logo       

Fw: Han Hwie-Song: Short visit oktober 2005 sebagai jembatan kerjasama anta: msg#00313

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Fw: Han Hwie-Song: Short visit oktober 2005 sebagai jembatan kerjasama antar universitas Utrecht dan Yuhuangding (Bagian duabelas-1)

 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, November 22, 2005 7:56 PM
Subject: Re: Han Hwie-Song: Short visit oktober 2005 sebagai jembatan kerjasama antar universitas Utrecht dan Yuhuangding (Bagian duabelas-1)

 

Short visit oktober 2005 sebagai jembatan kerjasama antar universitas Utrecht dan Yuhuangding  (Bagian duabelas-1)

 

Pagi hari sesudah makan pagi bersama, kami berangkat ke Yuhuangding hospital, Dr. Fang dan Dr. Huo pengantar kami mengatakan bahwa kami ditunggu oleh Prof. Liu dan stafnya untuk membuat foto bersama didepan hospital. Kedua dokter inilah yang akan dikirim ke Utrecht untuk mengambil Ph.D. Statement mereka disalin dalam bahasa belanda dan disampaikan oleh putri kami pada kawan-kawan Belanda.

            Jalanan kota Yantai pada pagi hari macet, banyak sekali mobil, kami tdak melihat orang yang naik sepeda, ada sebagaian kecil yang naik sepeda montor, juga wanita. Karena macet kami bisa melihat kanan dan kiri tampak gedung-gedung yang besar-besar terutama gedung-gedung pemerintah, bank, trust dan perusahan. Berbagai mobil dari yang mahal, dan mobil-mobil kecil, buatan dalam dan luar negeri jalan pelahan-lahan untuk mencari jalan dan mencegah agar tidak tercadi kecelakaan. Siapa yang nyana kota yang dahulu tidak beken, ternyata seperti kota besar internasional penuh dengan kendaraan dan gedung-gedung yang tinggi dan besar, orang-orang yang sedang tilpon dengan GSM, menunjukkan kemakmuran kota ini.

            Sampai di hospital, kami sudah ditunggu oleh Prof. Liu dan stafnya, sesudah itu kami langsung berdiri didepan gedung Yuhuangding. Kami berbaris, saya diminta berdiri dipinggirnya prof. Liu dan jumbah orang yang membuat foto empat belas orang, dari fihak kami tujuh orang, karena istri dari ahli oncolog tidak mau ikut serta tinggal di hotel, berhubung beliau bukan dokter. Diantaranya satu-satunya seorang wanita secretaris partai rumah sakit, beliau berpakean barat, necis tidak seperti jaman waktu saya berada di RRT empat puluh tahun yang lalu, berpakean celana ala Chongsan Zhuang berwarna biru atau coklat. Kami sedikitpun tidak merasahkan kekuasaan scretaris partai ini, yang kami rasakan ialah prof. Liu yang menentukan segala protokol penerimaan, sebagai direktur rumah sakit. Seterusnya sampai kami kembali ke Belanda tidak bertemu lagi dengan wanita secretaris partai ini. Disini menunjukkan adanya reformasi hirarchi, struktur kekuasaan RRT pada masa post-Mao sekarang ini.

            Kami dibagi dua bagian putriku ke bagian radiologi, kedokteran nuklir dan oncologi dengan diantar oleh Dr. Huo. Dr. Huo, wakil profesor radiologi, meskipun beliau tidak begitu pandai bicara bahasa Inggeris, tetapi cukup dimengerti, karena beliau berani untuk bicara dalam bahasa Inggeris, seorang pemuda yang open dan baik hati. Saya pergi ke bagian cardiologi dan bedah jantung diantar oleh wakil profesor Dr. Fang. Berlainan degan dokter Huo, Dr. Fang tidak banyak bicara, low profile, seorang yang simpatik dan mukanya selalu bersenyum.

            Kami ditrima dibagian cardiologi oleh kepala bagian cardiologi seorang wanita kira-kira berumur 55 tahun. Wanita ahli ini kalm dan halus bicaranya. Kami melihat kamar-kamarnya bersih dan setiap kamar dirawat empat pasien. Ada kamar VIPnya yang ditinggali hanya satu penderita saja, didalam kamar comfortabel ada TV, kamar mandi dan kamar toilet sendiri.

            Waktu jalan kami tanyakan, apakah dirumah sakit ini dikerjakan intervention cardiologi. Dr. Fang jawab:?ya di rumah sakit kami dikerjakan  intervention cardiologi dan bedah jantung.? Lalu oleh fihak Belanda ditanyakan jumblah pasien yang dirawat dengan myocardial infarction dan berapa jumblah intervensi kardiologi. Pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan tepat, mungkin tidak dibuat statistik yang terperinci. Aku bisik-bisik dengan Dr. Fang:? ini perlu dikerjakan, karena dari sini kita bisa menganalisa kemajuan perawatan dan tecknologi kalian. Kalu mau publikasi artikel ilmu, statistik sering diperlukan.?Dr. Fang manggut-manggut. Dr. Kepala bagian berkata pada Dr. Fang:?tanyakan pada guru besar cardiologi Belanda dua pasien yang kami diskusikan tadi, apakah betul tindakan kami??

            Kami menujuh ke kamar pemeriksaan film Koroner Angiografi, di Belanda dikatakan ?hart catheterisatie? disini terdapat monitor yang agak besar dan seorang technikus mengerjakannya menurut permintaan prof. Wanita Tionghoa ini. Sesudah diputar film koroner angiografi yang pertama, prof. Belanda ini mengatakan: ?pandangan saya penderita ini, jangan di kerjakan PTCA (Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty, membesarkan pembuluh darah coroner). Lebih baik dikerjakan operasi, karena kalau dikerjakan PTCA bisa bahaya. Pada penderita yang kedua dikatakan boleh dikerjakan PTCA. Lalu Dr. Wanita ini mengatakan pada Dr. Fang:?nah kalau begitu keputusan kami cocok dengan beliau.? sambil bersenyum. Dr. Fang berkata pada saya dalam bahasa mandarin:? prosedur PTCA ini sekarang umum dikerjakan untuk mengembalikan peredaran darah coroner yang sumbat. Sekarang prosedur ini di lakukan di banyak centres di RRT, karena prosedurnya simpel, tidak begitu agressive dan penyembuhannya cepat, dibanding dengan operasi bypass yang jelas lebih invasive.?

 

Dr. Han Hwie-Song

Breda, 20 november 2005  The Netherlands



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.




SPONSORED LINKS
Indonesia Culture Chinese


YAHOO! GROUPS LINKS




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise