|
osdir.com mailing list archive |
|
|
|
Subject: [Budaya Sehat] Ling Zhi untuk Kanker Payudara - msg#00209List: culture.region.china.budaya-tionghuahttp://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0510/13/131437.htm Ling Zhi untuk Kanker Payudara Jakarta, Kamis
Kanker payudara amat ditakuti wanita karena menjadi pembunuh nomor dua di Indonesia setelah kanker leher rahim. Mereka yang enggan menjalani terapi medis bisa mencoba jamur ling zhi. Dua tahun lalu Sri Lestari (32) merasakan nyeri yang amat sangat di payudara kirinya. Pemeriksaan mamografi memastikan wanita dari Gedongan, Grogol, Sukoharjo, Solo, ini mengidap kanker payudara. Kanker di kelenjar, saluran, dan jaringan penunjang payudara ini biasa dialami wanita berusia lebih dari 40 tahun. Meski demikian, bukan berarti mereka yang berusia 30-an tahun tidak bisa terkena kanker payudara, seperti halnya Sri Lestari. Tak kuasa membayangkan operasi, Sri lalu mencari pengobatan alternatif secara herbal. Sejak awal tahun ini Sri mengonsumsi jamur ling zhi. Ia merasa beruntung, kanker di payudaranya bisa hilang. ¡§Kasihan dia, kanker payudaranya sudah masuk stadium lanjut. Untungnya, dia mengonsumsi rebusan jamur ling zhi hingga sekarang," tutur H. Parjimo konsultan dan pembudi daya jamur ling zhi di Baki, Sukoharjo, Solo. Sri menjelaskan, tiga bulan pertama ia mengonsumsi teh jamur ling zhi yang direbus sebanyak 3 kali sehari masing-masing 2 bungkus. ¡§Hasilnya, benjolan kempis, nyeri pun hilang. Saya masih minum rebusan ling zhi sekali sehari untuk menjaga kesehatan," kata Sri Pelapuk Pohon Jamur ling zhi atau ling
shih yang bahasa Latinnya Ganoderma lucidum merupakan
jamur patogenik tular tanah. Jamur ini penyebab busuk pangkal batang
pada beberapa tanaman perkebunan, seperti kelapa sawit. Jamur ling
zhi dapat tumbuh di pohon Di Kebun Raya Bogor misalnya, jamur ini ditemukan tumbuh di pohon angsana dan kenari. Pohon yang ditumbuhi jamur ini secara perlahan akan lapuk. Jamur ini dapat dibudidayakan di dataran rendah hingga ketinggian 600 m di atas permukaan laut (dpl). Bahkan, di ketinggian 1.000 m pun masih tumbuh baik. Di dataran rendah pertumbuhannya jauh lebih cepat dan produksinya lebih tinggi daripada di dataran tinggi. Menurut Parjimo, mantan Lurah Baki, Sukoharjo, yang bersama masyarakat desanya membudidayakan jamur ling zhi, suhu yang diperlukan untuk tumbuh berkisar antara 15-28 derajat Celsius dan kelembaban 80-95 persen. Di Cina, jamur ini disebut pohon kehidupan. Masyarakat Jepang menyebutnya mannentake (jamur keabadian atau jamur 10.000 tahun), reishi (jamur spriritual), atau saiwatake (jamur keberuntungan). Itu karena kehadirannya diyakini membawa keberutungan. Jamur ling zhi dikenal di Cina sejak masa pemerintahan Kaisar Shi Huang Tie (259 Masehi). Lishi Zen, ahli pengobatan di masa Dinasti Ming, menyebutkan jamur ini dapat mengembalikan tenaga kehidupan, meningkatkan energi, mengukuhkan otot dan tulang, melicinkan sendi, menajamkan pikiran, dan bila dikonsumsi terus-menerus dapat memperpanjang usia kehidupan. Hasil penelitian yang dilakukan Yoshio Niwa, doktor medis asal Jepang, dalam setiap 100 gram ling zhi terkandung 800 ppm germanium. NASA, badan antariksa Amerika, menyatakan, germanium meningkatkan penyaluran oksigen dalam sel darah bagi astronot dan mencegah kanker. Pencuri Racun Tubuh Jamur ling zhi mengandung germanium organik (GeO) 800-2.000 ppm di dalam tubuh buah dan sekitar 6.000 ppm di dalam miselium atau serat. Jamur ini dapat diolah menjadi ganomycelium (GL) dan reishi-gano (RG). Meski telah diolah, jamur ini masih mengandung senyawa bermanfaat seperti steroid, flavonoid, glukosa, saponin, kumarin, fenol, adenosin, dan triterpenoid. Manfaat adenisos sebagal pencuci racun tubuh, sedangkan triterpenoid untuk pemulihan sistem kerja tubuh. Salain itu, ling zhi olahan masih mengandung senyawa asam ganoderik dan ganodermin yang berfungsi mempertahankan keawetan organ tubuh dan kerja rutin, serta polisakarida yang berfungsi sebagai pencuci bahan beracun. Jamur ini juga mengandung senyawa tarpenoid, protein, dan serat. Kändungan protein dan sulfur membuat jamur ini mempunyai aktivitas antioksidan, sehingga dapat memusnahkan radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit degenerathf seperti kanker dan jantung. Peneliti lain, Venkatarayan, menyebutkan jamur ini menghasilkan berbagai enzim, antara lain amilase, ekstraseluler oksidase, invertase koagulase, laktase, protease, renetase, dan berbagai mikroelemen. Senyawa tersebut berperan khusus, yakni menjaga kebugaran dan kesehatan, menghambat karsinogen penyabab kanker dan tumor. Cendawan ganoderma ini dapat mengatasi badan lemah (neurasthenia), pusing, sukar tidur (insomnia), bronkitis kronis, asma, silicosis, hepatitis, tekanan darah tinggi, sakit jantung koroner. Juga menurunkan kolesterol tinggi, mengurangi sakit lambung (gastritis), tidak nafsu makan, rematik sendi (Rheumatk arthritis), dan menunda ketuaan.*
Thread at a glance:
Previous Message by Date: (click to view message preview)Re: OOT: the systemMichael, tinggal di mana sekarang ? Sekarang propinsi Indonesia ada 34, untuk rincian bisa lihat di sini: Bali Bengkulu Banten DI NAD DI Yogyakarta Gorontalo Irian Jaya Barat Irian Jaya Tengah Jambi DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kalimantan Selatan Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Riau Lampung Maluku Maluku Utara Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Papua Riau Sulawesi Barat Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Sulawesi Selatan Sulawesi Utara Sumatra Barat Sumatra Selatan Sumatra Utara http://id.wikipedia.org/wiki/Jumlah_Wilayah_Administratif_di_Indonesia Dari link itu, nanti bisa ditelusuri sampai pembagian administratif negara. Untuk pertanyaan lain, bisa lihat-lihat dulu di wikipedia. Best Regards, Eddy On 10/13/05, Michael suswanto <msuswanto-PkbjNfxxIARBDgjK7y7TUQ@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: > > >From: dewa mabuk <cuei_pa_sien-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx> > > >1. Negara--- Presiden > >2. Propinsi --- Gubernur > >3.a. Kabupaten --- Bupati > >3.b. Kotamadya --- Walikota > >4. Kecamatan --- Camat > >5a. Kelurahan -- Lurah > >5b. Desa --- Kepala Desa > >6a. Kampung -- Kepala kampung > >6b. Dusun -- Kepala Dusun > --------------------------------------------- > MICHAEL: > > Apakah 6a = RW, dan 6b = RT ? > Tataran no.2 adalah propinsi. Sekarang Indonesia sudah tinggal 26 propinsi? > Apa sajakah? > Apakah Semarang adalah sebuah Propinsi? > Ada berapa Gubernur kah dalam sebuah propinsi? > Apakah Gubernur biasanya adalah anggota DPR/MPR? > Apa beda DPR denan MPR? > Apakah 'menteri' itu? tugasnya apa/sektor-mana? > > Mohon satu / satu. Saya suka gaya jawaban dewa mabuk, karena padat dan > metodikal. Terima Kasih. > > Terima Kasih sebelum dan sesudahnya. > > Salam, > Michael S > > _________________________________________________________________ > Access your Hotmail straight from your i-mode mobile > http://a.ninemsn.com.au/b.aspx?URL=http%3A%2F%2Fadsfac%2Enet%2Flink%2Easp%3Fcc%3DTEL175%2E16267%2E0&_t=751223833&_m=EXT > > > > > > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. > > .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. > > .: Untuk bergabung : > http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. > > .: Jaringan pertemanan Friendster : > budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. > > > > ________________________________ > YAHOO! GROUPS LINKS > > > Visit your group "budaya_tionghua" on the web. > > To unsubscribe from this group, send an email to: > budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > ________________________________ > -- Best Regards, Eddy ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ Next Message by Date: click to view message previewRe: Perkawinan campurSaya sependapat dengan komentar dari saudara Lim Wiss, jangan terlalu emosional lah. Pikir yang panjang, orang bilang pernikahan tidak cukup hanya dengan cinta. Orang tua menasehati belum tentu ujung2nya pengkotak-kotakan, mungkin saja mereka malah memikirkan kita dan itu salah satu bukti rasa sayang pada kita. Tapi malah kita yang pikiran negatif. Perempuan dan laki-laki ada dimana-mana tapi orang tua nggak mungkin tergantikan. Salam, Nio Tek Ceng --- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "Lim Wiss" <lim.wiss@xxxx> wrote: > > Pada dasarnya harapan orang tua ingin anak mereka menikah dengan sesama suku > agar mudah beradaptasi dengan lingkungan. > > Bisa dibanyangkan kalau anak mereka menikah dengan berlainan suku, tentu > berbeda dengan budaya mereka. > Misalkan suku Jawa, orangnya halus. Pasti orang tua mereka kaget bila > anaknya menikah dengan suku batak, yang beda banget dengan budaya suku Jawa. > Biasanya orang tua mereka bicara halus, pasti pusing kalau besan mereka > bicara dengan suara lantang. > Cobalah kita berada dalam posisi mereka. Pasti pusing bukan? > > Menikah memang urusan dua orang tetapi orang tua khawatir. Banyak orang tua > menentang pernikahan campur, sudah berbeda adat istiadat bahkan agama. Kita > bisa melihat pernikahan campur memang ada yang berhasil, tetapi banyak yang > gagal lantaran pernikahan campur harus extra memahami budaya yang berbeda. > > Banyak pernikahan campur gagal lantaran salah satu tidak bisa beradaptasi > dengan budaya pasangannya. > Bisa dibayangkan kalau berbeda agama. Agama adalah pedoman hidup seseorang. > Banyak pasangan yang berpindah agama hanya karena menikah akhirnya banyak > yang menyesal. > Memang sekilas, orang melihat pasangan tsb bahagia. Tetapi orang terdekat > bisa melihat kebahagiaan tsb merupakan semu atau fakta. > Coba kita tanya pada pasangan yang berbeda agama, pasti mereka menasehati > sebaiknya seagama agar tidak menyesal. > > Teman kantor saya ada yang menikah berbeda agama. Istri agama Islam, suami > agama Katolik. Akhirnya Istri Sholat sendiri. Suami dan anak mereka ke > gereja. > Aneh tidak pernikahan tsb? > > Cobalah berpikir sisi positif & negatif atas pernikahan campur. Jangan hanya > menuruti emosi akhirnya kita menyesal dengan pernikahan kita. > > -Lim Wiss- > > _____ > > From: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > [mailto:budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx] On Behalf Of > Fong > Sent: Wednesday, October 12, 2005 11:13 AM > To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > Subject: [budaya_tionghua] Perkawinan campur > > > andai aja yah smua org tionghua bisa berpikiran liberal ! soalnya aku jg lg > terjebak di masalah yg sama pacar ku islam (yg fanatik Bo!!), nah tuh mama > ku yg racist, padahal kan sebagai cewe aku hrs ikut suami, susah !! aku > harap semakin bnyk deh org tionghua yg mo ngerti gitu, kan kita hidup juga > bukan di negeri china sana, gak hrs nikah ma yg sesama kan?! bnyk yg suka > bilang klo pribumi tuh "fankui" alias pembantu or rendahan (btw bener kagak > tuh bahasa cinanya yah?? soalnya aku kurang ngerti .. hehehe) . koq kagak > enak gitu seh ? padahal bnyk jg org china yg hidup susah n bnyk jg org > pribumi yg hidup senang. so there's nothing wrong with the difference kan??? > > Fong > > budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx wrote: > > > There are 11 messages in this issue. > > Topics in this digest: > > 1. AW: Re: Perkawinan campur > From: "MANG UCUP" > 2. perkenalkan.. > From: "adi nugroho" > 3. aloww all... > From: "Hendry Antony" > 4. Perkawinan campur > From: Fong > 5. Re: Tanya mengenai "Kong Tek" > From: Rinto Jiang > 6. Re: AW: Re: Perkawinan campur > From: Nasir Tan > 7. RE: Perkawinan campur > From: "ulysee" > 8. CD untuk inta ll tulisan mandarin > From: "Lim Wiss" > 9. Re: Tiga Unsur Pemerintahan > From: Nasir Tan > 10. OOT: KISAH SERBA-SERBI ( Obat Tradisional ) > From: "Sobron Aidit" > 11. Re: CD untuk intall tulisan mandarin > From: adipranata.suryadi@xxxx > > > _____________________________________________________________________ ___ > _____________________________________________________________________ ___ > > Message: 1 > Date: Mon, 10 Oct 2005 10:08:27 +0200 > From: "MANG UCUP" > Subject: AW: Re: Perkawinan campur > > Aneh bin nyata kalau saya mau kawin sama bule ? mantan istri pertamanya mang > Ucup orang Jerman > > Tidak pernah dipermasalahkan, bahkan keluarga turut bangga, karena anaknya > bisa ngawinin bule, > > Tetapi kebalikannya kalau kita kawin sama wanita pribumi ini baru menjadi > masalah > > Padahal berdasarkan pengalaman saya pribadi saya lebih bahagi a mempunyai > istri pribumi daripada bule > > Si Wied istrinya mang Ucup yg sekarang ini pribumi 100% > > > > Salam > > Mang Ucup > > > > > > > > -----Urspr?he Nachricht----- > Von: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > [mailto:budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx] Im Auftrag > von ulysee > Gesendet: maandag 10 oktober 2005 9:32 > An: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > Betreff: RE: [budaya_tionghua] Re: Perkawinan campur > > > > Hihihi, gue bukan sepuh, tapi mau ikut ngomong, boleh ya.... > > Tergantung keluarganya apa menganut garis fundamental atau ngga (hihi > istilah yang baru dipelajari neh). Kalau keluarganya agak-agak liberal > ya nggak ada masalah, kalau keluarganya masih fundamental ya butuh > perjuangan. > > Pengalaman pribadi, keluarga gue menganut garis liberal, tapi family > rata rata menganut fundamental (alias totok gitu). Waktu kejadian mau > kawin campur itu perjuangannya seruuuuuuuuu. Waktu Acek gue mau nikah > sama wanita muslim dan pindah agama menjadi Islam, dan waktu cici misan > gue mau nikah sama pemuda Batak (yang antero familinya fundamental juga > hihihi) tapi ndak pake masalah agama berhubung sama-sama kristen. > > Dua duanya pada mulanya dapet penolakan dari keluarga (catat: keluarga > bukan masyarakat) > Masyarakat ( tetangga di tempat mereka tinggal) sih kayaknya ngga > masalah tuh. > Sekarang setelah sekian lama sih sisa-sisa penolakan keluarga itu > tinggal kenangan, gak masyalah lagi. > > Saran...... kalau udah yakin sama pasangan bisa rukun saling dukung > sampai aki nini, ga usah pusing sama embel-embel keturunan siapa, suku > apa atau agamanya apa. > (apalagi agama khan hak asasi pribadi, ortu tidak berhak, pasangan juga > ga berhak maksa pindah agama, kalau rela sih lain urusan) > > Orang bilang sebaiknya yang "sama"-"sama" itu khan untuk menghindari > konflik, tapi namanya orang kawin, konflik selalu ada ngga peduli kawin > sama anaknya siapa, jad i yang penting adalah komitmen, kemauan untuk > berusaha, bagaimana memanage potensial konflik yang akan timbul. Kalau > udah tahu potensial konfliknya, resikonya dan cara mengatasinya, tancap > sajaaaahh, maju terus pantang bingung, heheh. > > Masalah prasangka/ prejudice seringkali muncul karena stereotype. > Kecenderungan stereotype ada di dalam diri, jadi perjuangannya harus > terus dan terus dan teruuuusss. Seringkali diri sendiri lebih kejam dari > 'masyarakat'. Jadi, positip thinking aja terus. Dan berjuanglah terus. > > (ngomong gampang, prakteknya syusyaaaahhh boooo! Huehuehue) > yang masih berjuang, > *ul > > > -----Original Message----- > From: twsoemodinoto [mailto:twsoemodinoto@xxxx] > Sent: Thursday, October 06, 2005 9:55 PM > To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > Subject: [budaya_tionghua] Re: Perkawinan campur > > Menyambung ide pru, saya ada suatu pemikiran bagaimana kalo > sebaliknya, dimana seorang gadis tionghoa menikah dengan putra > pribumi, sama seperti pandangan pru bahwa penolakan dari masyarakat > dari dua belah pihak. Terutama kalo gadis tionghoa ingin pindah agama. > Sayapun mohon saran2. > > Terima kasih banyak. > > --- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "pru239" > wrote: > > halo semuanya, > > para sesepuh budaya tionghua, mohon tanya tentang bagaimana > pandangan > > orang tionghua terhadap kawin campur, terutama bila seorang tionghua > > menikah dengan putri pribumi. Saya melihat kok sepertinya masih ada > > rasa penolakan dari masyarakat? > > Mohon saran2 dalam menghadapi semua ini. > > > > > > Terimakasih. > > > > > > > > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. > > .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. > > .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. > > .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@xxxx :. > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. > > .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. > > .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. > > .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@xxxx :. > > > > > _____ > > YAHOO! GROUPS LINKS > > > > * Visit your group "budaya_tionghua > " on the web. > > > * To unsubscribe from this group, send an email to: > budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > > > > * Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! > Terms of Service. > > > > _____ > > > > [This message contained attachments] > > > > _____________________________________________________________________ ___ > _____________________________________________________________________ ___ > > Message: 2 > Date: Mon, 10 Oct 2005 10:51:24 -0000 > From: "adi nugroho" > Subject: perkenalkan.. > > kulonuwun, permisi, > saya adi nugroho mahasiswa desain komunikasi visual itb, tertarik > dengan budaya tionghoa indonesia, peranakan dan hasil akulturasinya, > tapi yang terutama adalah, saya tertarik dengan dialog mengenai > perubahan dan bagaimana membangun bangsa tidak berdasar prasangka, dan > melihat warna, rambut, mata, dan sebagainya, tapi berdasar kemampuan > dan karakter individu... > semoga dengan belajar mengenal satu sama lain, perbedaan itu justru > bukan dipertajam, tapi malah memperkaya pikiran dan kebudayaan yang > kita miliki.. : ) > > salam, tabik... > > > > > > > > _____________________________________________________________________ ___ > _____________________________________________________________________ ___ > > Message: 3 > Date: Mon, 10 Oct 2005 13:35:25 -0000 > From: "Hendry Antony" > Subject: aloww all... > > hi semua..saya anggota baru neh..Nama saya Hendry, saya masih kuliah > di Jakarta..ohh ya saya mau tanya neh, ada yang bisa bantu saya > menelaah karya luxun yang judulnya "yao" (obat) ga? sebab saya pusink > nga ngerti simbol2 yang diberikan oleh luxun, mohon bantuannya ya.. > terima kasih.. > > > > > > > > _____________________________________________________________________ ___ > _____________________________________________________________________ ___ > > Message: 4 > Date: Mon, 10 Oct 2005 18:32:37 -0700 (PDT) > From: Fong > Subject: Perkawinan campur > > hi smua > salam kenal, nama ku Fong > ak u tertarik neh ma topiknya perkawinan campur > klo boleh minta saran2 nya dr smua > kenapa seh ada bbrp org tionghua itu yg racist yah? gak mau bergaul ma > pribumi, bahkan nikah pun hrs ma sesama, padahal kan smua manusia ada > kekurangan maupun kelebihanya masing2. knp hrs ada penggolongan??? > > Fong > > > > > > > _____________________________________________________________________ ___ > _____________________________________________________________________ ___ > > Message: 5 > Date: Tue, 11 Oct 2005 10:29:56 +0800 > From: Rinto Jiang > Subject: Re: Tanya mengenai "Kong Tek" > > Andy menulis: > > Dear para Senior, > > Mau tanya nih mengenai pelaksanaan acara "Kong Tek"(bahasa Hokkian, > bahasa mandarin-nya kurang tahu) yaitu acara untuk mengenang leluhur > yang sudah meninggal. Umumnya acara ini diadakan secara sangat meriah. > > Mungkin ada teman2 yang tahu mengenai hal ini dan mau berbagi informasi > mengen ai hal ini. > > Thank you. > > > Rinto Jiang: > > Kong Tek (Hokkian) atau Gong De (Mandarin) adalah sebuah sinkretisme > antara kepercayaan tradisional, persepsi Buddhisme dan konsep Taoisme. > > Ini dilakukan atas persepsi "pelimpahan jasa kepada yang telah > meninggal" dalam agama Buddhis. Namun di dalamnya juga ada dipengaruhi > oleh kepercayaan tradisional dengan tradisi bakar2an-nya. Satu2nya > kaitan dengan Konfusianisme adalah konsep bakti terhadap orang tua. > > Pelimpahan jasa ini didasarkan atas kepercayaan bahwa dengan mengadakan > tradisi ini, maka seseorang yang telah meninggal akan hidup bahagia, > berkecukupan di alam baka dan selanjutnya memberikan berkah kepada > keturunannya untuk sukses di dunia. > > Tidak semua keluarga mengadakan Kongtek karena biaya yang tak kecil. > Bila mengadakan kongtek, biasanya dilakukan 7 hari setelah hari > meninggal (thau-chit). Ada pula yang keluarga merencanakan mengadakan > kongtek 3 tahun se telah hari meninggal dan ada juga yang mengadakan bila > perlu, misalnya bila sang anak telah sukses dan merasa perlu membalas > jasa sang orang tua. > > Namun, saya tetap merasa kesemua bakti kepada orang tua ini apabila > dilakukan semasa orang tua hidup di dunia akan lebih besar nilainya > daripada menunjukkan bakti yang memboroskan uang dan waktu sepeninggal > orang tua. > > > Rinto Jiang > > > [This message contained attachments] > > > > _____________________________________________________________________ ___ > _____________________________________________________________________ ___ > > Message: 6 > Date: Mon, 10 Oct 2005 22:11:51 -0700 (PDT) > From: Nasir Tan > Subject: Re: AW: Re: Perkawinan campur > > Komentar : > hehehe....itu namanya Mang Ucup kembali ke selera asal...:) karena disaat > orang Indon rame2 pengen dapat bule Mang Ucup nyari yang pribumi. > Yah...itu tergantung orangnya juga sih...cuma sayang aj a napa Mang Ucup > dulunya gak nyoba cari second wife yang bule lagi....belum tentu Mang Ucup > tidak bahagia bahkan bisa lebih bahagia dari sekarang..hehehe..:) > > Tapi kalo saya sendiri lebih menyukai Chinese Woman (CW) aja, karena menurut > saya CW lebih moderat. Artinya bahwa dia bisa mengkombinasikan antara pola > tradisional (adat istiadat) dan dunia modern ( teknologi, rekayasa dan > sebagainya), sehingga menurut "wa", CW lebih serasi untuk jadi mother di > abad ini. > Soal perjuangan untuk merid lintas suku/ras/etnis memang bukan perkara > mudah, karena bukan hanya menuntut fleksibilitas dan style tertentu, tetapi > juga butuh kesabaran. Kalo ga..hehehe.bisa-bisa layu sebelum > berkembang....:-). Waktu itu ada keluarga kami ( woman) mau dilamar sama > salah seorang dari salah satu suku asli Indonesia (berkulit gelap asli) > .Dari awal aja udah mulai alot karena banyak family yang menentang. Bukan > hanya koko sepupu saya yang nolak, tapi wa juga nolak, karena dalam hati > causin saya yang prett y begitu mau-maunya dilamar sama pri...yah..mending > kalo prinya yang punya..wong orangnya juga suka drink pokoknya jeleklah. > selain itu causin saya ini juga seorang dokter....cik cik cik..herannya > causin saya koq mau git....so what gitu lho..:)) > tapi akhirnya causin saya sendiri yang mendesak keluarga dan kami semua > karena katanya love akhirnya pernikahan terlaksana..yah love emang buta dan > kadang susah ditebak...itulah mungkin jalan hidup cuasin saya. > Eh...sekarang mereka bahagia dan katanya husbandnya baik dan sayang > istri...:-) yah gitulah..!! > Jadi intinya bahwa untuk merid lintas ras, diperlukan penanganan khusus oleh > kedua belah pihak harus siap korban...asalkan jangan korban BOM Bali > aja...:) > > mmmm.......Kalo man (teng lang) melamar gadis pribumi, kesulitannya mungkin > tergantung pada daerah masing-masing ato dimana man mau ngelamar gadis, > misalnya di Nias, Dayak, Manado, Ambon,Toraja dan lain-lain. Dan kesemuanya > itu kecuali Ambon (umumnya imut= item mutlak..:) r ata-rata berkulit putih > dan mirip-mirip Teng Lang la. Kaya-kayanya kalo di daerah itu no problemla > setidak2nya masih bisa menghela napas. Atau mungkin di Jawa ( pada umumnya ) > dimana masyarakatnya lebih liberal/fleksibel dan kadang tidak terlalu > mempersoalkan ras+agama yang penting bahagia. > > MANG UCUP wrote: > > Aneh bin nyata kalau saya mau kawin sama bule ? mantan istri pertamanya mang > Ucup orang Jerman > > Tidak pernah dipermasalahkan, bahkan keluarga turut bangga, karena anaknya > bisa ngawinin bule, > > Tetapi kebalikannya kalau kita kawin sama wanita pribumi ini baru menjadi > masalah > > Padahal berdasarkan pengalaman saya pribadi saya lebih bahagia mempunyai > istri pribumi daripada bule > > Si Wied istrinya mang Ucup yg sekarang ini pribumi 100% > > > > Salam > > Mang Ucup > > > > > > > > -----Urspr?he Nachricht----- > Von: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > [mailto:budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx] Im Auftrag > von ulysee > Gesendet: maandag 10 oktober 2005 9:32 > An: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > Betreff: RE: [budaya_tionghua] Re: Perkawinan campur > > > > Hihihi, gue bukan sepuh, tapi mau ikut ngomong, boleh ya.... > > Tergantung keluarganya apa menganut garis fundamental atau ngga (hihi > istilah yang baru dipelajari neh). Kalau keluarganya agak-agak liberal > ya nggak ada masalah, kalau keluarganya masih fundamental ya butuh > perjuangan. > > Pengalaman pribadi, keluarga gue menganut garis liberal, tapi family > rata rata menganut fundamental (alias totok gitu). Waktu kejadian mau > kawin campur itu perjuangannya seruuuuuuuuu. Waktu Acek gue mau nikah > sama wanita muslim dan pindah agama menjadi Islam, dan waktu cici misan > gue mau nikah sama pemuda Batak (yang antero familinya fundamental juga > hihihi) tapi ndak pake masalah agama berhubung sama-sama kristen. > > Dua duanya pada mulanya dapet penolakan dari keluarga (catat: keluarga > bukan masy arakat) > Masyarakat ( tetangga di tempat mereka tinggal) sih kayaknya ngga > masalah tuh. > Sekarang setelah sekian lama sih sisa-sisa penolakan keluarga itu > tinggal kenangan, gak masyalah lagi. > > Saran...... kalau udah yakin sama pasangan bisa rukun saling dukung > sampai aki nini, ga usah pusing sama embel-embel keturunan siapa, suku > apa atau agamanya apa. > (apalagi agama khan hak asasi pribadi, ortu tidak berhak, pasangan juga > ga berhak maksa pindah agama, kalau rela sih lain urusan) > > Orang bilang sebaiknya yang "sama"-"sama" itu khan untuk menghindari > konflik, tapi namanya orang kawin, konflik selalu ada ngga peduli kawin > sama anaknya siapa, jadi yang penting adalah komitmen, kemauan untuk > berusaha, bagaimana memanage potensial konflik yang akan timbul. Kalau > udah tahu potensial konfliknya, resikonya dan cara mengatasinya, tancap > sajaaaahh, maju terus pantang bingung, heheh. > > Masalah prasangka/ prejudice seringkali muncul kare na stereotype. > Kecenderungan stereotype ada di dalam diri, jadi perjuangannya harus > terus dan terus dan teruuuusss. Seringkali diri sendiri lebih kejam dari > 'masyarakat'. Jadi, positip thinking aja terus. Dan berjuanglah terus. > > (ngomong gampang, prakteknya syusyaaaahhh boooo! Huehuehue) > yang masih berjuang, > *ul > > > -----Original Message----- > From: twsoemodinoto [mailto:twsoemodinoto@xxxx] > Sent: Thursday, October 06, 2005 9:55 PM > To: budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > Subject: [budaya_tionghua] Re: Perkawinan campur > > Menyambung ide pru, saya ada suatu pemikiran bagaimana kalo > sebaliknya, dimana seorang gadis tionghoa menikah dengan putra > pribumi, sama seperti pandangan pru bahwa penolakan dari masyarakat > dari dua belah pihak. Terutama kalo gadis tionghoa ingin pindah agama. > Sayapun mohon saran2. > > Terima kasih banyak. > > --- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "pru239" > wrote: > > halo semuanya, > > para sesepuh budaya tionghua, mohon tanya tentang bagaimana > pandangan > > orang tionghua terhadap kawin campur, terutama bila seorang tionghua > > menikah dengan putri pribumi. Saya melihat kok sepertinya masih ada > > rasa penolakan dari masyarakat? > > Mohon saran2 dalam menghadapi semua ini. > > > > > > Terimakasih. > > > > > > > > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. > > .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. > > .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. > > .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@xxxx :. > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. > > .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. > > .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. > > .: Jaringan pertemanan Frien dster : budaya_tionghua@xxxx :. > > > > > SPONSORED LINKS > Indonesia Culture Chinese > > --------------------------------- > YAHOO! GROUPS LINKS > > > Visit your group "budaya_tionghua" on the web. > > To unsubscribe from this group, send an email to: > budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > --------------------------------- > > > > > > --------------------------------- > Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free. > > [This message contained attachments] > > > > _____________________________________________________________________ ___ > _____________________________________________________________________ ___ > > Message: 7 > Date: Tue, 11 Oct 2005 12:34:12 +0700 > From: "ulysee" > Subject: RE: Perkawinan campur > > Hulo Fong, salam kenal. > > Pertama-tama gue mau bilang bahwa nika h harus sama sesama, ngga mau > gaul, itu biasanya disebut eksklusif, hihihi. Ya racist juga kali, tapi > bukan monopoli tionghua lhoh, hamper semua orang secara tidak sadar > punya kecenderungan seperti itu. Kalau Tanya kenapa (kayak iklan aja) > sebabnya buanyaaaak. Bisa dari pendidikan keluarga yang eksklusif itu, > bisa dari lingkungan pergaulan yang itu itu melulu, bisa dari wawasan > yang enggak ditambah, de el el. > > Kalau gue biasanya senang menyorot si 'sebab' dari cara kerja otak yang > agak menyimpang yang dinamakan STEREOTIP (inggrisnya stereotype) > Kira kira penjelasannya begini: > Otak itu semacem komputernya manusia yang tugasnya menampung data terus > mengolahnya menjadi suatu kesimpulan. Untuk memudahkan kerjanya, si otak > itu memilah milah data dalam kotak kotak penggolongan itulah. > > Jadi misalnya kita ketemu sama si Uly dan misalnya si Uly adalah orang > Antahberantah, maka otak langsung membuka kotak data yang berisi data > data yang p ernah dia terima tentang 'Antahberantah'. Misalnya datanya > bilang oh, orang Antahberantah itu eksklusif, mataduitan, sombong, rajin > bekerja, pelit. Ini dinamakan stereotip. > Maka otak pun menghubungkan si Uly dengan data-data Antahberantah itu, > ini namanya prejudice, belon kenal udah sok tahu, hehehe. > > Nah ternyata ketika sudah kenal lama dengan si Uly ternyata si Uly ini > orangnya mau bergaul dengan siapa saja, ramah dan tidak sombong, royal > alias tidak pelit, tapi mualas kalu disuruh kerja, si otak yang sudah > terlanjur punya kotak data, bukannya mengubah isi kotak data > 'Antahberantah' tapi malah menggolongkan si Uly sebagai anomali. Ini dia > ngaconya cara kerja otak yang suka menggolongkan berdasarkan stereotip > itu. Dan akhirnya kita berkomentar "si Uly orang antahberantah tapi > tidak begini begitu." > > Jadi gimana donk supaya si otak kerjanya bener? Ya masukin data baru > berjudul 'kesadaran' kesana, bahwa tiap kali si otak ngeluarin data > stereotip, ada tambahan alert bahwa tidak semua seperti itu, > bagaimanapun harus dilihat masing masing pribadinya, bukan stereotip > nya. > Tapi kita khan ngga bisa ubah cara kerja otak, jadi nangkalnya ya dengan > > === message truncated === > > > _____ > > Yahoo! > <http://pa.yahoo.com/*http://us.rd.yahoo.com/evt=36035/*http://music. yahoo.c > om/unlimited/> Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free. > > .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. > > .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. > > .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. > > .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua@xxxx :. > > > > > SPONSORED LINKS > Indonesia > <http://groups.yahoo.com/gads? t=ms&k=Indonesia&w1=Indonesia&w2=Culture&w3=Ch > inese&c=3&s=41&.sig=_9mEwjb1vl-Ty8ieFqiTsg> Culture > <http://groups.yahoo.com/gads? t=ms&k=Culture&w1=Indonesia&w2=Culture&w3=Chin > ese&c=3&s=41&.sig=aBoRcD-43CcUhrGNXA6oOg> Chinese > <http://groups.yahoo.com/gads? t=ms&k=Chinese&w1=Indonesia&w2=Culture&w3=Chin > ese&c=3&s=41&.sig=gtKoIjAJpc2VrlqfPdPIDw> > > _____ > > YAHOO! GROUPS LINKS > > > > * Visit your group "budaya_tionghua > <http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua> " on the web. > > > * To unsubscribe from this group, send an email to: > budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx > <mailto:budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx? subject=Unsubscribe> > > > * Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service > <http://docs.yahoo.com/info/terms/> . > > > _____ > > > > > <http://promos.hotbar.com/promos/promodll.dll? RunPromo&El=&SG=&RAND=17524&pa > rtner=hbtools> Upgrade Your Email - Click here! > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ Previous Message by Thread: click to view message previewOOT: undangan bergabung dimilis kesehatan holistikSalam bagi semua rekan, Kami mengundang rekan-rekan yang tertarik dengan diskusi tentang kesehatan secara holistik, Pembangkitan Kundalini dengan Tradisi Shakti Upaya maupun Reiki sebagai Divine Energy dalam Kemasan Golden Flower Ki yang merupakan apresiasi Esensial Kundalini dan Esensial Reiki dari Yayasan Atman Shakti di BandungRekan-rekan dapat bergabung dalam milis kami guna berdiskusi maupun memperkenalkan Anda sendiri ataupun Keluarga Anda ataupun Rekan - Rekan Anda yang berkeinginan untuk mendapatkan Therapy secara Long Distance ataupun Jarak Dekat alias berhadap-hadapan ataupun berkeinginan untuk mendapatkan Attunement Golden Flower Ki , silahkan berkunjung di milis baru kita di: http://groups.yahoo.com/group/ashti_hol ystic_care Diskusi akan berjalan marak dengan pola diskusi yang berkaitan terminologi Kesadaran Sebagai Manusia dan bukan hanya sekedar Energy untuk membahas habis masalah Kesehatan secara Holistik tetapi bukan debat kusir lho......Ayo kapan lagi buat meramaikan Reiki dan Kundalini seperti dulu sebagai Anugrah Terbesar dari Tuhan Yang Maha Esa Salam,Moderator, ashti_holystic_care Silvana M Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free. .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "budaya_tionghua" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. Next Message by Thread: click to view message previewRe: [Budaya Sehat] Ling Zhi untuk Kanker PayudaraTidak semua lingZhi dapat dimakan - karena itu check out dgn japanese source. Apa itu Cancer Pajudara kalau yg dimaksudkan breast cancer - itu jaman sekarang tidak ada obat yg baik kecuali irradication. Tidak semua anomality dibuah dada adalah cancer [ ini sering disalah gunakan oleh "ahli2" diIndonesia dan Singapore utk cari atau meres duit.] Kalau betul berbahaya hanya 100% bersihkan cancer itu membantu. Mungkin dalam waktu 5 tahun bakal ada obatnya yg diperbolehkan - sekarang belum dibebaskan. Jangan lupa cancer adalah semacem virus. untuk virus sampai sekarang sdikit obatnya [kalau kena yah celaka] Prion dari virus ini yg merusak dan membiak bikin "virus baru dan cel2 lupa mati. Jadi semua obat2an dari LingZhi Ginseng etc memang mungkin membantu tetapi tidak akan cure. Kalau dapat cure mungkin diagnose salah dan penyakit bukan cancer. Ini pengalaman saya dgn teman baik saya yg adalh ahli cancer terkenal diUS dan yg sendiri kena cancer dan meninggal.Saya menulis agar yg kena cancer jangan dpt hope yg salah dan membuang duit utk nothing. Andreas Rinto Jiang <rinto-e/okvV/AduUAepHBdVXc9KxOck334EZe@xxxxxxxxxxxxxxxx> wrote: http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0510/13/131437.htm*Ling Zhi untuk Kanker Payudara**Jakarta, Kamis**Kanker payudara amat ditakuti wanita karena menjadi pembunuh nomor dua di Indonesia setelah kanker leher rahim. *Mereka yang enggan menjalani terapi medis bisa mencoba jamur /ling zhi.//Dua tahun lalu Sri Lestari (32) merasakan nyeri yang amat sangat di payudara kirinya. Pemeriksaan mamografi memastikan wanita dari Gedongan, Grogol, Sukoharjo, Solo, ini mengidap kanker payudara./Kanker di kelenjar, saluran, dan jaringan penunjang payudara ini biasa dialami wanita berusia lebih dari 40 tahun. Meski demikian, bukan berarti mereka yang berusia 30-an tahun tidak bisa terkena kanker payudara , seperti halnya Sri Lestari.Tak kuasa membayangkan operasi, Sri lalu mencari pengobatan alternatif secara herbal. Sejak awal tahun ini Sri mengonsumsi jamur ling zhi. Ia merasa beruntung, kanker di payudaranya bisa hilang.¡§Kasihan dia, kanker payudaranya sudah masuk stadium lanjut. Untungnya, dia mengonsumsi rebusan jamur /ling zhi/ hingga sekarang," tutur H. Parjimo konsultan dan pembudi daya jamur /ling zhi/ di Baki, Sukoharjo, Solo.Sri menjelaskan, tiga bulan pertama ia mengonsumsi teh jamur/ ling zhi/ yang direbus sebanyak 3 kali sehari masing-masing 2 bungkus. ¡§Hasilnya, benjolan kempis, nyeri pun hilang. Saya masih minum rebusan /ling zhi/ sekali sehari untuk menjaga kesehatan," kata Sri*_Pelapuk Pohon_*Jamur/ ling zhi/ atau /ling shih/ yang bahasa Latinnya /Ganoderma lucidum/ merupakan jamur patogenik tular tanah. Jamur ini penyebab busuk pangkal batang pada beberapa tanaman perkebunan, sepert i kelapa sawit. Jamur/ ling zhi/ dapat tumbuh di pohonyang hidup maupun yang telah mati.Di Kebun Raya Bogor misalnya, jamur ini ditemukan tumbuh di pohon angsana dan kenari. Pohon yang ditumbuhi jamur ini secara perlahan akan lapuk.Jamur ini dapat dibudidayakan di dataran rendah hingga ketinggian 600 m di atas permukaan laut (dpl). Bahkan, di ketinggian 1.000 m pun masih tumbuh baik. Di dataran rendah pertumbuhannya jauh lebih cepat dan produksinya lebih tinggi daripada di dataran tinggi.Menurut Parjimo, mantan Lurah Baki, Sukoharjo, yang bersama masyarakat desanya membudidayakan jamur /ling zhi,/ suhu yang diperlukan untuk tumbuh berkisar antara 15-28 derajat Celsius dan kelembaban 80-95 persen.Di Cina, jamur ini disebut pohon kehidupan. Masyarakat Jepang menyebutnya /mannentake /(jamur keabadian atau jamur 10.000 tahun),/ reishi/ (jamur spriritual), atau /saiwatake/ (jamur keberuntungan). Itu ka rena kehadirannya diyakini membawa keberutungan.Jamur /ling zhi/ dikenal di Cina sejak masa pemerintahan Kaisar Shi Huang Tie (259 Masehi). Lishi Zen, ahli pengobatan di masa Dinasti Ming, menyebutkan jamur ini dapat mengembalikan tenaga kehidupan, meningkatkan energi, mengukuhkan otot dan tulang, melicinkan sendi, menajamkan pikiran, dan bila dikonsumsi terus-menerus dapat memperpanjang usia kehidupan.Hasil penelitian yang dilakukan Yoshio Niwa, doktor medis asal Jepang, dalam setiap 100 gram ling zhi terkandung 800 ppm germanium. NASA, badan antariksa Amerika, menyatakan, germanium meningkatkan penyaluran oksigen dalam sel darah bagi astronot dan mencegah kanker.*_Pencuri Racun Tubuh_*Jamur/ ling zhi/ mengandung germanium organik (GeO) 800-2.000 ppm di dalam tubuh buah dan sekitar 6.000 ppm di dalam miselium atau serat. Jamur ini dapat diolah menjadi ganomycelium (GL) dan /reishi-gano/ (RG).Meski te lah diolah, jamur ini masih mengandung senyawa bermanfaat seperti steroid, flavonoid, glukosa, saponin, kumarin, fenol, adenosin, dan triterpenoid. Manfaat adenisos sebagal pencuci racun tubuh, sedangkan triterpenoid untuk pemulihan sistem kerja tubuh.Salain itu, /ling zhi/ olahan masih mengandung senyawa asam /ganoderik/ dan /ganodermin /yang berfungsi mempertahankan keawetan organ tubuh dan kerja rutin, serta polisakarida yang berfungsi sebagai pencuci bahan beracun. Jamur ini juga mengandung senyawa tarpenoid, protein, dan serat.Kändungan protein dan sulfur membuat jamur ini mempunyai aktivitas antioksidan, sehingga dapat memusnahkan radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit degenerathf seperti kanker dan jantung.Peneliti lain, Venkatarayan, menyebutkan jamur ini menghasilkan berbagai enzim, antara lain amilase, ekstraseluler oksidase, invertase koagulase, laktase, protease, renetase, dan berbagai mikroelemen. Sen yawa tersebut berperan khusus, yakni menjaga kebugaran dan kesehatan, menghambat karsinogen penyabab kanker dan tumor.Cendawan ganoderma ini dapat mengatasi badan lemah (/neurasthenia),/ pusing, sukar tidur (insomnia), bronkitis kronis, asma, /silicosis,/ hepatitis, tekanan darah tinggi, sakit jantung koroner. Juga menurunkan kolesterol tinggi, mengurangi sakit lambung /(gastritis),/ tidak nafsu makan, rematik sendi (/Rheumatk arthritis/), dan menunda ketuaan.* .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. SPONSORED LINKS Indonesia Culture Chinese YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "budaya_tionghua" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
Web Hosting Reviews from OSDir.com Sister Site iBizWebHosting.com
|
|