logo       

Fw: Han Hwie-Song: Pendidikan demokrasi pada kanak-kanak: msg#00391

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Fw: Han Hwie-Song: Pendidikan demokrasi pada kanak-kanak

 
----- Original Message -----
Sent: Friday, September 30, 2005 2:33 AM
Subject: Re: Han Hwie-Song: Pendidikan demokrasi pada kanak-kanak

Pendidikan demokrasi pada kanak-kanak

 

Kalau kita sering membaca koran, majalla, kita dapat menyimpulkan bahwa di Eropa, Amerika Utara terjadi polarisasi antara pribumi dan non-pribumi, antara mayoritas dan minoritas  sebagai akibat masing-masing meradicaliseer diri dan tidak percaya lagi pada politik negaranya. Ini mengakibatkan masing-masing mengisolir dalam ?dunia golongan sendiri-sendiri?, menimbulkan dunia yang tidak dapat menerima pikiran dan adat-adat yang berlainan; suatu dunia yang tidak demokratis.

            Untuk kepentingn ini dibeberapa sekolah basis (sekolah rendah jadi satu dengan kinder garten) dilakukan perdebatan demokratis selama satu minggu. Mereka menyimpulkan bahwa sekolah basis adalah tempat yang cocok untuk mendidik konstitusional negara. Anak-anak dilihat pada umur ini paling terbuka buat pemasukan informasi-informasi baru, sebagai tanah yang subur untuk menanam bibit-bibit demokrasi, apalagi mereka belum di pengaruhi dengan pikiran-pikiran diskriminasi dan pikiran jelek lainnya. Atas inisiatif dari parlemen (tweede kamer, kamar kedua) dan konstituante (Eerste Kamer, Kamar Kesatu) perdebatan dalam sekolah basis agar anak-anak penduduk Belanda memperhatikan dan concern terhadap politik. Tempat perdebatan disekolah-sekolah rendah ini dinamakan Derde Kamer atau kamar ketiga.

Di Kamar ketiga ini anak-anak diberi ketika untuk dapat berbicara dan didengar lalu dapat di debatkan oleh teman-teman sekolahnya. Masing-masing murid mempunyai hak suara yang sama. Ini memberikan pada mereka kesan bahwa mereka ikut serta dan ikut sertanya itu sangat penting baik dirinya maupun suaranya. Faedahnya? Ada anak yang sering digodain mengatakan apakah fenomen yang negatif yang dia alami ini dapat dibicarakan di kamar ketiga ? Disimpulkan oleh semua murid dengan persetujuan suara yang besar. Dari sini pemerintah dan para guru dapat pelajaran yang baik bagaimana mendidik anak-anak agar bibit demokarasi ini berakar kuat dalam jiwa mereka dan diharepkan kelak mereka menjadi pembelah demokrasi. Dengan demikian pemertintah telah mengkultivir, mengembangkan pemilih-pemilih dan politisi-politisi baru.

            Sekarang ada usul-usul untuk memasukkan vak demokrasi dalam mata pelajaran di sekolah sekolah basis, dan mata pelajarannya harus sesuai dan dapat menarik pada anak-anak agar mereka mau belajar vak ini. Ini diharepkan agar nanti apabila mereka mencapai umur delapan belas tahun ikut pemilihan umum, anak-anak ini dapat menentukan pilihan partainya yang cocok dengan pikiran mereka. Saya rasa ini adalah satu visi yang baik bagi negara dikemudian hari untuk menciptakan negara yang multiculturil, saling respek dan toleransi. Mencius serang confucianis yang besar mengatakan:?hanya di Negara yang stabil rakyat dapat bersatu dan membangun masyarakat yang sejahtera dan makmur!?

 

Dr. Han Hwie-Song

Breda, 29 September 2005  The Netherlands

 



.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.




YAHOO! GROUPS LINKS




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise