logo       

Fw: Han Hwie-Song: Pendidikan anak-anak di Belanda: msg#00379

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Fw: Han Hwie-Song: Pendidikan anak-anak di Belanda

 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, September 28, 2005 3:54 PM
Subject: Re: Han Hwie-Song: Pendidikan anak-anak di Belanda

Pendidikan anak-anak di Belanda

Pada hari minggu tanggal 25 September yang baru lalu, kami merayakan pesta hari ulang tahun ke sembilan cucu perempuan saya yang paling besar Li-Shen dalam kalangan keluarga. Sebetulnya hari lahirnya ialah tanggal 19 September, tetapi berhubung hari itu hari kerja maka tidak bisa di kerjakan. Anak-anak murid di kelasnya pada hari itu di beri kuwe taart.  Tetapi pada nanti tanggal 9 oktober dirayakan pula dengan teman-teman yang baik  sekelasnya , teman-teman bermain sport hockey, dan teman-temannya dari tetangga. Pada kesempatan itu nanti mereka dibawa ke sport centrum dan bermain  Ice skating.

Pada hari minggu kira-kira jam tiga sore, datang keluarga dari fihak ibu dan fihak ayahnya dengan anak-anaknya. Mereka berdatangan membawah kado dibungkus dengan kertas kado yang beraneka warna, kado-kado itu tidak langsung dibuka, semua diletakkan dahulu di meja. Sesudah yang datang komplit baru dibuka bungkusan sambil kami semua berkumpul melihatnya dan istri saya bermain piano dengan lagu-lagu chusus untuk HUT. Disamping kado-kado yang diberi oleh ibu dan ayahnya, anak-anak yang datang juga memberi kado dan kebanyakan berupa lukisan-lukisan yang mereka buat sendiri. Ada yang melukis seorang gadis, mencerminkan Li-Shen dengan jantung menunjukkan kecintaaannya, ada pula yang melukis pelangi, berupa sembilan garis-garis yang multiwarna, sembilan bunga-bunga, yang laki-laki kebanyakan melukis mengenai panorama Belanda, sungai-sungai dengan awan, tanah rumput dengan sapinya dan molen (kincir angin), semua tanah datar tanpa gunung-gunung; jangan menanyakan saya apakah lukisan-lukisan itu persis dengan sungai, awan, sapi, tetapi kira-kira demikian dapat di simpulkan kalau kita lihat menyeluruh isi lukisan itu. Saya dengan interesan melihat lukisan-lukisan semua, dan menurut saya menyerupai lukisan-lukisan orang dewasa yang dikenal dan di senangi sebagai lukisan-likisan primitif. Juga mengherankan saya kenapa tiada gunung, mereka tahu bahwa negeri Belanda memang tidak ada gunung dan panorama Belanda adalah tanah datar penuh dengan sapi dan molen.

Anak-anak yang mengambar ini masih berumur dibawah 7 tahun. Saya melihat lukisan lukisan itu dan sambil ketawa berkata kepada ayah dan ibu anak-anak itu:?anak-anak kamu sudah mengerti tentang seni, kita mengeluh tentang pendidikan, tetapi anak-anak yang masih berumur dibawah tujuh tahun sudah  mendalami dan mengerti tentang seni, bukankah ini suatu prestasi?!? Semua ketawa dan bertepuk tangan untuk meramaikan dan mengembirakan suasana sewaktu membuka kado-kado, mungkin juga karena mereka bangga atas keberhasilan anak-anaknya.

Kanak-kanak di Belanda di stimulir agar dengan secara main-main mengembangkan kemampuan masing-masing dibawah pinpinan guru-guru yang ahli, sebelum mereka nanti belajar membaca, menulis dan menghitung. Mereka belajar hubungan-hubungan satu dengan yang lainnya; seperti mengumpulkan blok-blok kayu dengan lukisan yang ada hubungannya. Seperti lukisan bunga dikumpulkan dengan bunga-bunga dan buah-buahan dikumpulkan dengan buah-buahan, mengenal nama buah-buahan, hewan dan suaranya, warna etc. dan tentunya juga norma-norma hubungan antar manusia, saling respek etc.. Biarlah anak-anak mengembangkan kemampuan dirinya dengan temponya sendiri-sendiri. Karenanya jangan terlalu memberatkan tekenan untuk menguji mereka. Biarkanlah mereka kerjakan secara bermain main, sambil dilihat hasilnya.

Pendidikan anak-anak di Belanda dilakukan sejak mereka berumur 4 tahun, mereka diharuskan sekolah dua tahun lamanya dan namanya kleuterschool, mungkin nursery class, kindergarten dan sekolah rendah enam tahun. Kedua ini dijadikan satu dan namanya ialah Basisschool. Jadi sekolah untuk anak-anak kecil di Belanda menjadi delapan tahun, yang dulu enam tahun. Seperti cucu Saya Li-Shen yang sekarang kelas 6 berarti kelas 4 jaman dulu. Tetapi Li Shen karena kecepatan menangkap pelajarannya dia didudukkan bercampur dengan kelas 7, jadi Li-Shen duduk dikelas 6-7, meskipun dia termasuk yang termuda di kelasnya.

Mungkin pendidikan ini lain dari Negara-negara lainnya, dan saya rasa di luar Belanda tidak ada sekolah rendah yang disatukan dengan kindergarten. Ini adalah keunikan sekolah rendah Belanda yang sudah berjalan selama 20 tahun. Seperti saya katakan diatas setiap anak dinilai dari prestasinya masing-masing secara main-main, maka kalau anak dari kindergarten naik kelas dan masuk ke kesekolah rendah (artinya sekarang kelas 3) maka dilihat kemampuan setiap anak dan  yang pandai dipilih dan dimasukkan dikelas yang campuran dengan kelas atasannya. Tentunya tidak semua cucu-cu saya nanti masuk dikelas campuran. Pendidikan di Belanda tidak saja mementingkan pendidikan intelektual, tetapi juga hubungan sosial. Guru-gurunya mendapatkan pendidikan chusus untuk mengajar sekolah Basisschool.

 

 

Dr. Han Hwie-Song

Breda 26 September 2005  The Netherlands

 

 



YAHOO! GROUPS LINKS




<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise