|
Asahan Alham Aidit:
Aku hanya bisa membayangkan
Ketika kalian berhimpit
Di penahanan atau di penjara sempit
Dalam udara panas bau busuk dan perut lapar
Dikawal
serdadu garang perwira kejam
Di pembuangan terpencil merahasiakan penyiksaan
Ketika pertanyaan hanya menuntut sebuah jawaban
Aku penjahat, kami pembunuh, dia penghianat
Lalu pukulan, tusukan, teriakan, makian menyertai darah
Peristiwa sehari-hari untuk yang hidup maupun yang mati
Ketika topan fitnah ditiupkan ke tanah Nusantara
Seperti Nero membakar Roma
Mahluk Tuhan bermatian tertuduh dosa
Neraka
telah digelar
Yesus dan Mohammad tiada lagi didengar
Tuhan
membisu dalam teriakan ummatnya di puncak derita
Aku hanya bisa membayangkan
Ketika sungai-sungai yang bersih
Tiba-tiba ternoda berwarna merah
Oleh
nyawa-nyawa yang telah dihentikan
Di
luar rencana Tuhan
Oleh
sekawanan srigala bermuka manusia
Sungguh , aku hanya bisa membayangkan
Ketika lubang-lubang besar harus digali
Untuk yang harus mati ketika sedang hidup
Tempurung
kepala yang dipecahkan dengan besi
Busung
lapar yang ditusuk dengan sangkur
Wanita hamil yang diperkosa sebelum dikubur
Orang-orang tua yang dibenam setelah disiksa
Para
serdadu yang congkak bermata srigala
Para
algojo yang disewa memeriahkan pesta
Dan
aku hanya bisa membayangkan
Saudara saudaraku yang dikorbankan
Yang
mereka tidak mengerti mengapa harus mati
Tanpa
setetes dosa pada yang menyiksa
Tanpa
sepatah pembelaan yang boleh dikatakan
Tanpa
satu bukti dosa yang dapat dituduhkan
Mereka hanya menjerit, nyeri luka sepanjang hari lalu mati
Aku cuma bisa membayangkan
Dari koran-koran dan semua pemberitaan dunia
Gambar-gambar mengerikan berita yang menusuk jantung
Kepala-kepala bergelantungan di atas pohon
Seperti
buah zaitun yang rimbun
Di
sebuah negeri yang telah jadi majenun
Para
hulubalang berbintang gemerlapan tapi berlumuran
Darah bangsanya sendiri saudaranya sendiri
Ingin
berkuasa di atas samudra bangkai
Ingin berjasa dari timbunan pejagalan
Ingin surga dari rampasan milik Tuhan
Aku sangat bisa membayangkan
Semua kebohongan yang dilipat ribukan
Dibayangkan
akan bisa mengoyak kebenaran
Tapi waktu lebih cepat dari cahaya
Meski di otak berjalan seperti kura-kura
Fitnah
mana yang tak akan terbuka
Besok atau lusa
Bahkan sekarang waktu itu sudah tiba
Cahaya benderang menyusul mengiringi waktu
Ketika
semuanya jelas antara engkau dan aku
Antara
kami dan kalian
Antara fitnah dan kebenaran
Antara manusia dan srigala
Urusan
kita akan juga usai.
Hoofddorp 2792005
asahan aidit
YAHOO! GROUPS LINKS
|