|
Re: Laporan Diskusi Bulanan NIM: Mitos Ceng Ho: msg#00362culture.region.china.budaya-tionghua
sdr.Joe , saya termasuk yang menjawab mengenai laporan NIM yang berkaitan dengan ZhengHe. Mungkin disini kita bisa berdiskusi dengan baik. Komentar saya akan saya tuliskan dibawah ini. --- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "joeboedi" <joeboedi@xxxx> wrote: > "Saya perlu menegaskan di sini bahwa yang saya maksud ialah > pemerintahan Cina, Tiongkok, yang diwarisi oleh Mao Tse Tung dengan > paham komunismenya dan diteruskannya kepada para pemimpin Cina 'hingga > hari' ini. > Mungkin perlu anda ketahui Mao dengan paham komunismenya sudah menjadi luntur sekarang ini. Paham komunisme yang digembor-gemborkan Mao sudah tidak releven lagi pada kondisi sosial Tiongkok sekarang ini. Bahkan beberapa pemimpin termasuk alm.Deng XiaoPing secara halus menyatakan bahwa paham Mao irrelevant dalam membangun negara. Jadi disini juga sudah jelas adanya kerancuan dalam memandang paham Mao yang dianggap masih berlaku atau ditetapkan sebagai garis haluan negara. > Perlu diingat pula bahwa warga Cina yang datang ke Kepulauan Nusantara > dan Indo-Cina adalah 'korban dari kekejaman'pemerintahan mereka dari > waktu ke waktu. Saya yakin tidak seorang pun warga keturunan Cina yang > memiliki loyalitas ganda, dan setuju dengan ulah pemerintahan Cina yang > kejam, keji dan memperlakukan warganya hanya sebagai 'alat produksi.' > Alat produksi yang hanya perlu dirawat dan dijaga 'kesehatannya' supaya > dapat dioperasikan, difungsikan. Tidak lebih dari itu. > Tidak semua warga China yang datang adalah karena kekejaman pemerintahan. Bisa pula disebabkan karena bencana alam , ekonomi yang lemah , melarikan diri dari perang saudara atau juga dari invasi negara asing. Mayoritas dari mereka adalah hendak mencari penghidupan yang lebih baik dari negrinya sendiri. Dan saya yakin mayoritas para pendatang dari China adalah dari golongan petani dan nelayan atau buruh. > Dan, perlu saya tambahkan pula bahwa sikap seperti itu jelas- > jelas 'bertentangan' dengan kebajikan serta budaya asal mereka sendiri." > (Anand Krishna, Indonesia Jaya, Hal 239-241) > saya yakin kebijakan mr.George Bush bertentangan dengan kebajikan serta budaya bangsa Amerika itu sendiri. Sikap pemerintahan manapun tidak selalu mencerminkan budaya atau kebajikan bangsanya. Atau anda setuju kolonialisme yang dicanangkan oleh negara-negara Eropa pada masa lampau adalah cerminan dari budaya dan kebajikan bangsanya ? > Ada buku menarik yang ditulis oleh Bapak Anand Krishna baru-baru ini > yang merupakan 'sebuah refleksi sejarah' berjudul : INDONESIA JAYA- > Segemilang Apapun Masa LaluMu, Masa DepanMu Lebih Cemerlang! > > Pengantar buku ini diberikan oleh Dr. Asvi Warman Adam seorang > sejarahwan dari LIPI dan aktif menulis di Kompas. > > Kemungkinan adanya Konspirasi Pemerintah Cina (Bukan Orang Tionghoa) > dalam usaha-usaha mereka menguasai (at least) Asia-termasuk Indonesia, > dengan atau tanpa mengorbankan apa yang Pemerintah Cina sebut > sebagai 'Overseas Chinese' (Hal 263) patut direnungkan karena tanda- > tanda menuju ke arah sana dipaparkan secara gamblang di dalam Buku > Indonesia Jaya ini. > Pada masa pemberontakan PRRI PERMESTA ada kebijakan-kebijakan tertentu yang diambil oleh Taiwan dengan dukungan USA itu sendiri. Tidakkah itu juga merugikan overiseas chinese ? Apakah itu konspirasi Taiwan (cat:ROC) dengan USA bersama-sama Philipine ? Jika bangkitnya suatu rasa mencari identitas budaya dikalangan Tionghoa dianggap suatu hal yang bisa dikaitkan dengan konspirasi , itu adalah hal yang absurd. Jika bangkitnya perekonomian negara , kemudian dikaitkan dengan konspirasi , itu juga berlebihan. Kehendak Timur Leng yang berkuasa di India untuk mencaplok China pada masa lampau apa bisa dikaitkan dengan konspirasi ? Ini jika kita mengacu kepada masa lampau atau sisi historis. Tapi jika perayaan ZhengHe dikaitkan dengan konspirasi pemerintah China , rasanya jauh sekali. Ini yang ditekankan oleh sdr.Rinto bahwa ternyata yang memprakarsai itu adalah Singapore. Bahkan pemerintah Malaysia telah mengadakan beberapa kali. Kalau dianggap Singapore adalah kaki tangan PRC , ternyata tidak tepat lagi. Singapore tidak pernah membuka akses pelabuhannya untuk AL PRC tapi membukanya untuk USA. Jika ada konspirasi antara Singapore dengan PRC , tentunya PRC memerlukan Singapore sebagai pangkalan AL PRC yang terbatas sekali daya jelajahnya. > Ada beberapa sumber yang dijadikan Bapak Anand Krishna sebagai > referensi di dalam Buku Indonesia Jaya ini seperti : 'Sejarah Indonesia > Jilid 1' karangan Sanusi Pane, 'Arus Islam-Cina-Jawa' karangan > Qurtuby, 'Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara- Negara > Islam di Nusantara' karangan Prof. Dr. Slamet Mulyana, dll. > > Sedikit menjawab pertanyaan dan (mungkin) keberatan teman-teman di sini > berkaitan dengan ekspedisi Cheng Ho, bisa dilihat dari Buku Indonesia > Jaya ini dari Hal 261-273, dengan mengutip banyak dari buku 'Arus Islam- > Cina-Jawa, misalnya : > > (*) Politik ekspansionis Pemerintahan Cina > politik ekspansionis pemerintah China itu seperti apa ? Dan pada masa apa ? Apakah pada masa dinasti Yuan yang dibawah pemerintahan orang Mongol ? > (*) Upeti dari para duta asing yangberdatangan ke Cina, setelah > disinggahi sebelumnya oleh Cheng Ho dengan sejumlah hadiah mewah dari > kaisar. Dan yang menentang segera ditangkap seperti Nasib Raja Ceylon > dan mentri2nya di tahun 1411 > Dalam hal ini kejadian di Ceylon (cat:Srilanka sekarang) , terkait dengan perang saudara antara kerajaan Tamil yang beragama Hindu dengan kerajaan Sinhala yang beragama Buddha. Mungkin pula perlu dibaca prasasti Dondra Head yang dibuat oleh ZhengHe pada tahun 1410. Prasasti itu adalah prasasti perdamaian dan sikap menghargai agama lain yang dituangkan oleh ZhenHe dalam prasasti itu. Sayangnya ada pihak-pihak yang tidak mau berdamai. Coba anda cari lagi isi prasasti itu secara lengkap agar bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh. > (*) Kaisar Yung Lo mengerahkan armada berjumlah 62 kapal besar dengan > 225 junk dan 27,550 orang perwira, prajurit dan para ahli. ... Seagrave > (1999) mencatat, pada tahun 1430, angkatan laut Ming lebih besar > ketimbang gabungan seluruh angkatan laut Eropa... > Tepatnya 28.000 orang yang terdiri dari tentara dan para ahli pertukangan , pengobatan , pertanian, ahli bahasa , ahli almanak. Jadi tidak semua itu adalah para prajurit. Memang benar armadanya amat besar dan sayangnya tidak ada data lengkap yang jelas mengenai komposisi para ahli (baca:sipil) serta militer. Anggap saja semua adalah militer , apakah ada penjajahan yang dilakukan ? Raja Brunei saja disambut bagaikan tamu kerajaan di BeiJing. > (*) Mungkin Chen-Tsu-i, seorang penguasa-preman Cina palembang yang > menguasai sndikat perdagangan ilegal ditundukan Cheng Ho dengan > dibiayai Hsia Yuan-chi, saingan bisnis Chen. (Hal 87, Qurtuby). Hal ini > dibandingkan Bapak Anand Krishna dengan Hal 63 dari buku Prof. Mulyana > yang mengatakan hal yang hampir sama, "Cen Cu Yi, kepala perampok di > Kukang ditawan, dirantai dan dibawa ke Peking. Di situ ia mati > dipancung di muka umum, sebagai peringatan kepada orang-orang Tionghoa > Hokkian di seluruh Nan Yang." > Chen ZhuYi adalah perompak yang mengganggu stabilitas keamanan perdagangan. Masalahnya disini adalah adanya kerancuan mengenai asal-usul chen ZhuYi. Dalam catatan Portman yang kemudian dikutip oleh Parlindungan dan Slamet Muljana, Chen ditulis adalah orang Fujian atau Hokian. Tapi catatan MaHuan yang merupakan anggota ekspedisi ZhengHe menulis bahwa Chen ZhuYi adalah orang GuangDong. Sebenarnya ZhengHe tidak berpikiran buruk tapi ada satu orang yang memberitahu niat Chen ZhuYi untuk mengerjai ZhengHe. Selain itu Chen ZhuYi adalah buronan pemerintah Ming pada masa pemerintahan Zhu YuanZhang. Hal ini pernah ditulis dimilist ini pada beberapa waktu yang lalu. > Maka, saya pribadi yang juga WNI keturunan Tionghoa setelah membaca > Buku Indonesia Jaya, merasa bahwa tidak ada maksud dari Bapak Anand > Krishna untuk melemparkan suatu sentiment negative terhadap orang- orang > Tionghoa khususnya yang telah menjadi warga negara indonesia. Bapak > Anand Krishna memang mengkritik politik luar negeri Pemerintahan Cina. > Saya tidak merasa mengkritik pandangan politik bapak Anand Krishna. > Dan kita semestinya bisa membedakan diri kita sebagai Orang Tionghoa > dengan Pemeritah RRC, karena kita orang Indonesia keturunan Tionghoa. > Memang benar kita adalah orang Indonesia etnis Hua. Ini sendiri sudah diperjelas dengan penggunaan kata HuaYi dan Huaren yang mengacu kepada etnis bukan warga negara. Bedakan antara Zhongguoren dengan HuaRen. Huaren ini bisa disebut MaHua (cat:Malaysian Chinese) atau YinHua (Indonesian chinese). > Hal ini dipertegas Bpk. Anand Krishna di Hal 273 buku Indonesia Jaya. > > "Cheng Ho memang luar biasa. Begitu juga Kaisar Yung Lo! Saya, secara > pribadi, mengagumi kebolehan dan semangat Cheng Ho. Saya juga salut > kepada Kaisar Yung Lo dan strategi politiknya. Namun, in my own nationa > interest, demi keutuhan bangsa dan negeriku, Mr. Cheng Ho, aku tak akan > rela lagi menerimamu di Kepulauan Nusantara. We do not need you. Lain > kali bila mau berkunjung ke negeriku, datanglah tanpa armadamu. > Datanglah sebagai teman, sebagai kawan. Hormati asas kesetaraan dalam > persahabatan. Maka, aku pun akan menerimamu dengan tangan terbuka. > Ini adalah hak bapak Anand beranggapan demikian. Mungkin ada baiknya belajar lagi membaca sejarah yang lebih netral. Ternyat policy yang dilakukan oleh kaisar ChengZhu menguras kas negara. Dan sebagai tambahan disini , yang disebut YongLe adalah tahun pemerintahan sedangkan kaisarnya adalah MingChengZhu. Ini salah kaprah yang sering kali ditulis tapi menjadi kebiasaan umum. Jika saja mempelajari sejarah Tiongkok mendalam akan mengetahui bahwa penulisan YongLe sebagai kaisar adalah kesalahan. > Aku, Indonesia, tidak mau lagi diintimidasi olehmu. > Aku menolak segala bentukshow of force olehmu. > aku juga tidak setuju dengan hidden agenda-mu." > Saya menjadi bingung apa hidden agenda ZhengHe ? Atau hidden agenda Ming ChengZhu ? Show of force mungkin ya dengan armada yang besar. Disini saya kutipkan perjalanan Wang TaiYuan pada tahun 1320an ke Asia Tenggara dan India. Ternyata mereka yang menjadi para pedagang internasional pada masa itu adalah orang India dan Timur Tengah. > Buku Indonesia Jaya ini tidak saja memuat segala hal tentang keturunan > Tionghoa dengan segala problem yang dihadapi di Indonesia, tapi juga > seluruh elemen-elemen yang bisa menjadi dasar disintegrasi bangsa. > > Buku ini dibuat berdasarkan sejarah yang dianggap bahan sejarah 'tidak > resmi'. Bahan sejarah yang 'sengaja' dilupakan dan tidak ditulis oleh > para penguasa demi strategi politik penguasa. > > Dan Buku Indonesia Jaya mencoba merangkum semua 'bahan-bahan sejarah > tidak resmi' ini ke dalam suatu buku yang bisa menjadi renungan (bukan > kebenaran sejarah mutlak) bagi kita sebagai bangsa Indonesia. > Pengkajian sejarah Tiongkok pada masa lampau juga mencakup pengkajian pada sejarah- sejarah tidak resmi. Kebenaran mutlak itu berlaku pada satu sisi tidak bisa di sisi lain. Tapi sejarah selain membicarakan bukti juga membicarakan analisa yang obyektif bukan subyektif. Namaste(hormat kepadamu), Xuan Tong > Namaste, > joeb ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now. http://us.click.yahoo.com/T8WM1C/KbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Re: The Truth about Walisongo: 00362, perfect_harmony2000 |
|---|---|
| Next by Date: | butuh informasi: 00362, ilauwira |
| Previous by Thread: | Re: Laporan Diskusi Bulanan NIM: Mitos Ceng Hoi: 00362, joeboedi |
| Next by Thread: | Re: Laporan Diskusi Bulanan NIM: Mitos Ceng Ho: 00362, joeb0905 |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |