logo       

Re: Laporan Diskusi Bulanan NIM: Mitos Ceng Ho: msg#00360

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Re: Laporan Diskusi Bulanan NIM: Mitos Ceng Ho

"Saya perlu menegaskan di sini bahwa yang saya maksud ialah
pemerintahan Cina, Tiongkok, yang diwarisi oleh Mao Tse Tung dengan
paham komunismenya dan diteruskannya kepada para pemimpin Cina 'hingga
hari' ini.

Perlu diingat pula bahwa warga Cina yang datang ke Kepulauan Nusantara
dan Indo-Cina adalah 'korban dari kekejaman'pemerintahan mereka dari
waktu ke waktu. Saya yakin tidak seorang pun warga keturunan Cina yang
memiliki loyalitas ganda, dan setuju dengan ulah pemerintahan Cina yang
kejam, keji dan memperlakukan warganya hanya sebagai 'alat produksi.'
Alat produksi yang hanya perlu dirawat dan dijaga 'kesehatannya' supaya
dapat dioperasikan, difungsikan. Tidak lebih dari itu.

Dan, perlu saya tambahkan pula bahwa sikap seperti itu jelas-
jelas 'bertentangan' dengan kebajikan serta budaya asal mereka sendiri."
(Anand Krishna, Indonesia Jaya, Hal 239-241)

Ada buku menarik yang ditulis oleh Bapak Anand Krishna baru-baru ini
yang merupakan 'sebuah refleksi sejarah' berjudul : INDONESIA JAYA-
Segemilang Apapun Masa LaluMu, Masa DepanMu Lebih Cemerlang!

Pengantar buku ini diberikan oleh Dr. Asvi Warman Adam seorang
sejarahwan dari LIPI dan aktif menulis di Kompas.

Kemungkinan adanya Konspirasi Pemerintah Cina (Bukan Orang Tionghoa)
dalam usaha-usaha mereka menguasai (at least) Asia-termasuk Indonesia,
dengan atau tanpa mengorbankan apa yang Pemerintah Cina sebut
sebagai 'Overseas Chinese' (Hal 263) patut direnungkan karena tanda-
tanda menuju ke arah sana dipaparkan secara gamblang di dalam Buku
Indonesia Jaya ini.

Ada beberapa sumber yang dijadikan Bapak Anand Krishna sebagai
referensi di dalam Buku Indonesia Jaya ini seperti : 'Sejarah Indonesia
Jilid 1' karangan Sanusi Pane, 'Arus Islam-Cina-Jawa' karangan
Qurtuby, 'Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara
Islam di Nusantara' karangan Prof. Dr. Slamet Mulyana, dll.

Sedikit menjawab pertanyaan dan (mungkin) keberatan teman-teman di sini
berkaitan dengan ekspedisi Cheng Ho, bisa dilihat dari Buku Indonesia
Jaya ini dari Hal 261-273, dengan mengutip banyak dari buku 'Arus Islam-
Cina-Jawa, misalnya :

(*) Politik ekspansionis Pemerintahan Cina

(*) Upeti dari para duta asing yangberdatangan ke Cina, setelah
disinggahi sebelumnya oleh Cheng Ho dengan sejumlah hadiah mewah dari
kaisar. Dan yang menentang segera ditangkap seperti Nasib Raja Ceylon
dan mentri2nya di tahun 1411

(*) Kaisar Yung Lo mengerahkan armada berjumlah 62 kapal besar dengan
225 junk dan 27,550 orang perwira, prajurit dan para ahli. ... Seagrave
(1999) mencatat, pada tahun 1430, angkatan laut Ming lebih besar
ketimbang gabungan seluruh angkatan laut Eropa...

(*) Mungkin Chen-Tsu-i, seorang penguasa-preman Cina palembang yang
menguasai sndikat perdagangan ilegal ditundukan Cheng Ho dengan
dibiayai Hsia Yuan-chi, saingan bisnis Chen. (Hal 87, Qurtuby). Hal ini
dibandingkan Bapak Anand Krishna dengan Hal 63 dari buku Prof. Mulyana
yang mengatakan hal yang hampir sama, "Cen Cu Yi, kepala perampok di
Kukang ditawan, dirantai dan dibawa ke Peking. Di situ ia mati
dipancung di muka umum, sebagai peringatan kepada orang-orang Tionghoa
Hokkian di seluruh Nan Yang."

Maka, saya pribadi yang juga WNI keturunan Tionghoa setelah membaca
Buku Indonesia Jaya, merasa bahwa tidak ada maksud dari Bapak Anand
Krishna untuk melemparkan suatu sentiment negative terhadap orang-orang
Tionghoa khususnya yang telah menjadi warga negara indonesia. Bapak
Anand Krishna memang mengkritik politik luar negeri Pemerintahan Cina.

Dan kita semestinya bisa membedakan diri kita sebagai Orang Tionghoa
dengan Pemeritah RRC, karena kita orang Indonesia keturunan Tionghoa.

Hal ini dipertegas Bpk. Anand Krishna di Hal 273 buku Indonesia Jaya.

"Cheng Ho memang luar biasa. Begitu juga Kaisar Yung Lo! Saya, secara
pribadi, mengagumi kebolehan dan semangat Cheng Ho. Saya juga salut
kepada Kaisar Yung Lo dan strategi politiknya. Namun, in my own nationa
interest, demi keutuhan bangsa dan negeriku, Mr. Cheng Ho, aku tak akan
rela lagi menerimamu di Kepulauan Nusantara. We do not need you. Lain
kali bila mau berkunjung ke negeriku, datanglah tanpa armadamu.
Datanglah sebagai teman, sebagai kawan. Hormati asas kesetaraan dalam
persahabatan. Maka, aku pun akan menerimamu dengan tangan terbuka.

Aku, Indonesia, tidak mau lagi diintimidasi olehmu.
Aku menolak segala bentukshow of force olehmu.
aku juga tidak setuju dengan hidden agenda-mu."

Buku Indonesia Jaya ini tidak saja memuat segala hal tentang keturunan
Tionghoa dengan segala problem yang dihadapi di Indonesia, tapi juga
seluruh elemen-elemen yang bisa menjadi dasar disintegrasi bangsa.

Buku ini dibuat berdasarkan sejarah yang dianggap bahan sejarah 'tidak
resmi'. Bahan sejarah yang 'sengaja' dilupakan dan tidak ditulis oleh
para penguasa demi strategi politik penguasa.

Dan Buku Indonesia Jaya mencoba merangkum semua 'bahan-bahan sejarah
tidak resmi' ini ke dalam suatu buku yang bisa menjadi renungan (bukan
kebenaran sejarah mutlak) bagi kita sebagai bangsa Indonesia.

Namaste,
joeb






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise