|
KISAH SERBA-SERBI ( Teman Saya Mahay - bagian satu ): msg#00355culture.region.china.budaya-tionghua
Sobron Aidit : K I S A H S E R B A-S E R B I ( Teman Saya Mahay - bagian satu ) Kenapa tulisan nama Mahay tidak ditulis saja jadi Mahai, pakai i jangan pakai y. Tentu ada sebabnya. Sebab nama aslinya yalah Mahyuddin. Mahay - Mahyuddin adalah salah seorang teman saya yang paling karib dan akrab. Dia masih ada hubungan keluarga dengan saya. Terutama dari pihak ibu saya. Bahasa kami namanya masih tersangkut "perna" - jadi saya sebenarnya harus memanggilnya Pak Tjik - artinya Bapak yang kecik - kalau orang Jawa menyebutnya Pak Lik. Tapi karena Mahay ini masih tingkatan sebaya dengan saya - jadi saya tetap saja memanggil nama aslinya Mahay saja - tidak Pak Tjik. Kami sama-sama tamat sekolahnya pada tahun 1948, keluaran kota Tanjungpandan Belitung. Dan kami berdua meneruskan sekolahnya di Batavia - Jakarta. Ketika itu di kota kami Tanjungpandan belum ada sekolah lanjutan. Tahun 1950 barulah ada sekolah lanjutan. Jadi kami harus pergi ke Jakarta pabila mau meneruskan sekolah. Kami berdua sama-sama naik kapal KPM - namanya Yansens. Ketika itu belum ada yang namanya Pelni. Pelni baru ada sesudah 1951, terutama sesudah perjanjian KMB - Konperensi Meja Bundar di Belanda. Kami berdua betul-betul tidak tahu apa-apa. Baru keluar kampung - betul-betul masih kampungan. Di dalam kapal tidak seorangpun yang kami kenal. Dan tujuan kami ke Jakarta ke rumah abang saya Murad. Dan ketika itu Mahay-pun buat sementara akan tinggal di rumah kami. Dan ketika itulah Mahay juga berkenalan dengan teman kami yang bernama Chairil Anwar yang juga satu rumah dengan kami. Saya masih ingat ketika kami masa kecilnya - masa ABG-nya selalu bersama-sama. Begitu pulang sekolah pabila saya tidak berjaja keliling kampung atau sesudah pulang berjaja - kami akan selalu bersama. Ini di rumah saya. Rumah Mahay ada di belakang rumah kami - jadi masih tetangga. Jauhnya tak sampai 100 meter. Dan saya masih ingat - pabila pada jam tertentu - seperti otomatis - kami berdua - pergi ke tebat - tempat mandi yang jauhnya kira-kira tiga empat ratus meter. Letaknya di bawah - turunan - tanah yang menurun - banyak pohon kuini - kemang - sagu dan laiin-lainnya. Dan pabila mau pergi mandi akan selalu melalui - melewati rumah Nek dan Kik Not - Kik Liman. Orangtua yang masih keluarga kami. Nek Not dari nama Neriah - seperti biasa di kampung kami, pabila nama wanita yang ujung hurufnya ah akan berubah menjadi ot atau not. Neriah jadi Nerinot. Marissa seperti nama ibu saya yang seperti nama gadis Itali itu malah jadi Marinot dan malah jadi Isot - gila nama bagus-bagus jadinya Isot! Rumah Nek Not dan suaminya Kik Liman ( dari Kakek Liman ) selalu kami lalui pada jam-jam tertentu pabila mau mandi sore. Karena kebiasaan ini - seperti otomatis begini - mereka Nek Not dan anaknya Tjik Mun atau Kik Liman - pabila bertanya satu sama lain - jam berapa sekarang? Akan ada yang menjawab di antara mereka - sudah pasti belum jam 17.00 sebab Beron dan Mahay belum lewat pergi mandi! Jadi lewatnya kami pergi mandi menjadi ukuran - apakah sudah jam 17.00. Kami sendiri baru tahu belakangan - bahwa rupanya setiap kami pergi mandi dan lewat di samping rumah Nek Not - selalu ditandai dengan sudah jam 17.00. Saya suka juga mampir di rumah Nenek kami ini. Nek Not adalah tante atau bibi ayah saya - karena beliau adalah saudara muda dari nenek saya - ibu dari ayah saya. Karena itu saya juga "berhak manja" kepada Nek Not dan Kik Liman. Kik Liman bekerja sebagai pedagang ikan - di Pasar Ikan. Kik Liman selalu disiapkan oleh Nek Not satu muk - cangkir besar yang berisi kopi. Cangkir itu besar sekali - dan selalu diminum buat seharian - karena memang banyak isinya. Dan saya masih ingat - pabila saya lewat dekat rumahnya - saya akan selalu masuk rumah Nek Not - dan sambil lalu membuka muk - cangkir raksasa itu dan meneguknya sedikit. Dan rasanya bukan main enaknya. Apakah saya ini cucunya yang nakal? Tak tahulah saya! Tapi maling - curi-curi secara begini - rasanya bukan main enaknya. Dan Nek Not terkadang tahu juga dengan tingkah-polah cucunya ini. Dia membiarkan saja - barangkali dianggapnya lucu. Tapi selalu air kopi itu tak pernah saya habiskan. Saya hanya sekedar mencicipi kopi Kik Liman yang sangat enak itu. Mahay orangnya sangat baik. Selalu senyum - selalu menjawab pertanyaan dengan lembah-lembut dan sangat baik hati. Ramah dan sangat menyenangkan. Saya masih ingat benar - Nek Not selalu menamai dengan kata " Mahay itu bersih dan baik hatinya - hati Mahay itu seperti hati ikan-pari". Maksunya - ikan pari itu hatinya putih dan bersih sekali tak ada kerut-kerut atau noda lain. Mungkin karena Nek Not sekeluarga adalah orang Pasar Ikan, jadi segala sesuatu dimisalkan dengan perumpamaan ikan - karena pergaulan hidupnya sehari-hari hanya dengan ikan. Dan rumahnyapun penuh dengan bau ikan! Tapi bagi saya - baunya itu enak. Bau ikan itu enak buat saya! Jadi Mahay sudah punya gelaran di kalangan kami - Mahay yang seperti hati ikan pari! Ini karena Mahay dianggap orang sangat baik - sangat alim - sangat menyenangkan. Pabila Mahay mau tertawa - matanya itu menjadi kecil bukan main. Jadi sipit seperti bulan-sabit dan hanya satu garis saja sambil tertawa dan giginya berbaris teratur. Bunyi tertawanyapun seperti diatur - tidak besar dan ngakak seperti saya! Halus - semua serba halus. Saya sangat suka berteman dengan Mahay. Karena itu - nama Mahyuddin adalah nama samaran saya yang paling banyak dan paling sering saya pakai di antara sejumlah 25 nama samaran yang saya gunakan selama Orba yang lalu,- Setelah rontoknya Orba itu barulah saya munculkan nama asli saya yang sebenarnya. Ini saya buat demikian - karena nama saya aslinya - diband - dicekal - diharamkan oleh banyak penerbitan....ketika itu. Dan nama Mahyuddin sempat beberapa tahun sering di berbagai majalah - harian baik dalam negeri maupun penerbitan luarnegeri,- ------------------------------------------------------- Paris,- 26 sept 05,- ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now. http://us.click.yahoo.com/T8WM1C/KbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | RE: Re: rencana Kontes Miss Chinese di Indonesia: 00355, ulysee |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Miss Chinese Cosmo Pegeant di mata Erik: 00355, mayatperempuan |
| Previous by Thread: | Tionghoa Benteng apakah ini sosok ideal. bagi integrasi/asimilasi?i: 00355, Harry Adinegara |
| Next by Thread: | Former rival helps Hu tighten his grip on China.: 00355, Tio In |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |