|
Tionghoa Benteng apakah ini sosok ideal. bagi integrasi/asimilasi?: msg#00351culture.region.china.budaya-tionghua
Tergeletik oleh postingan yang aku baca di milis Budaya-Tionghoa yang me-refer sebuah tulisan di Harian Kompas tentang kehidupan beserta ciri2 fisik orang2 Tionghoa yang tinggal di dekat sungai Cisedane, yang kemudian mendapat nama populer sebgai Tionghoa Benteng atau Cina Benteng.
Didalam tulisan ini digambarkan bahwa etnis Tionghoa yang seperti diatas yang di sebut sebagai Tionghoa Benteng punya ke-unikan:
Pertama: fisiknya atau kulitnya gelap hampir tidak bisa dibedakan dengan orang pribumi, kecuali matanya masih dikatakan sipit.
Kedua: masyarakat Tionghoa Benteng ini dalam kehidupannya se-hari2 bisa dikatakan sudah membaur atau bisa dikatakan sudah ber-integrasi dengan masyarakat pribumi setempat. Kawin antar penduduk sudah bukan hal yang langka.
Ketiga: mereka Tionghoa Benteng ini juga dalam kondisi ekonominya tidak beda jauh dengan sikon-nya penduduk pribumi. Selain: ada yang jadi petani ada juga, bahkan yang menarik ojek dan becak. Atau dengan kata lain mereka Tionghoa2 Benteng itu se-miskin dengan penduduk pribumi.
Faktor ketiga inilah yang selalu dibuat alasan atau sanggahan atas tuduhan bahwa golongan Tionghoa itu majoritasnya dalam sikon yang dikatakan golongan yang ber-ada atau kaya. Dengan alasan yang kurang terang dan untuk tujuan apa, pihak tertentu menangkis tuduhan bahwa Tionghoa itu tidak selalu bisa dikatakan golongan/etnis yang kaya.
Apakah ketiga kondisi yang disebutkan diatas itu bisa kita jadikan sebuah patokan untuk membina suatu masyarakat, terutama golongan Tionghoa agar bisa ber-baur dengan etnis lain,/etnis pribumi? Dimana letaknya atau sebab2 apa yang menjadikan ke-berhasilan masyarakat Tionghoa Benteng ini sehingga hubungan bisa menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitarnya termasuk penduduk pribumi. Diceritakan disitu bahwa golongan Tionghoa Benteng ini sekalipun fisik dan bahkan mayoritas sudah tidak bisa berbahasa Tionghoa tapi kebudayaan Tionghoa masih mereka pelihara. Dari perayaan Imlek, sampai CapGoMeh masih mereka rayakan. Aku jadi perlu melayangkan pikiran di zamannya orde baru, dengan pertanyaan :"apakah mereka Tionghoa Benteng ini juga mendapat umpatan dari para LPKB-ist, yang menghendaki mereka harus tuntas menghilangkan kebudayaan Cina" Tapi nyatanya sepanja
ng ini dimana lain daerah seperti Jakarta mengalami gejolak peristiwa Mei 98, Tionghoa Benteng
adem ayem kalau kita bicara soal konflik dan keamanan kehidupan antar pelbagai suku di daerah Cisadane ini. Dimana letak rahasianya keberhasilan Tionghoa Benteng yang bisa mengayuh kehidupan yang harmonis antar etnis?antar golongan?
Apakah golongan Tionghoa perlu menurunkan sikonnya, misalnya mereka harus kerja kasar, kerja jadi petani, kerja jadi peng-ojek dan seberapa bisa menjemur badannya diterik matahari agar bisa "menjelma" menjadi seorang Tio-In yang berkulit geseng? Apakah dengan cara2 ini kita bisa menghilangkan per-tama2: jenjang perbedaan sikon dan kemudian mengharapkan kepada majoritas etnis lain (pribumi) bisa melestarikan suatu hubungan yang harmonis?seperti yang telah terwujut dengan Tionghoa Benteng? Tentunya hal tersebut diatas tidak akan bisa dilakukan. Siapapun tidak perduli dari race apapun sikon yang sudah mapan alias sudah kaya , tidak bisa diharapkan agar race tertentu itu dipaksa untuk me-melaratkan dirinya demi untuk mencapai kelestarian hubungan seperti hubungan yang harmonis antara Tionghoa Benteng dengan penduduk pribumi.
Jalan keluar dari dilemma yang berkaitan dengan hubungan Tionghoa dan Pribumi tidak saja buat Tionghoa Benteng hanya bisa
di harmoniskan apabila, ......sekali lagi, walaupun sudah ber-kali2 aku katakan yalah ditegakkannya hukum buat semua golongan. Tidak saja golongan Tionghoa Benteng yang di-sinyalir banyak yang kere dan miskin tapi juga pribumi sebagai keseluruhan rakyat Indonesia bisa ber-sama2 memperbaiki nasibnya dan menjadi rakyat yang "gemah ripah loh jinawi" Tanpa hukum dan idee keadilan buat semua penduduk/ rakyat ..... tidak ada jalan lain ,.... kita akan menemui jalan buntu dan masyarakat adil makmur akan bisa kita .....kiss goodbye for ever dan kita akan jadi pengemis diantara bangsa didunia. Simple as that!
Harry Adinegara Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com
YAHOO! GROUPS LINKS
|
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | RE: Re: tujuan Kontes Miss Chinese di Indonesia => Erik: 00351, Min Hui |
|---|---|
| Next by Date: | Re: Re: rencana Kontes Miss Chinese di Indonesia: 00351, skala selaras |
| Previous by Thread: | The Truth about Walisongoi: 00351, wongsoleh |
| Next by Thread: | KISAH SERBA-SERBI ( Teman Saya Mahay - bagian satu ): 00351, Sobron Aidit |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |