|
Minggu, 25 Sept
2005, Langsung
Ikut Kontes di Beijing
Melda Rebut Gelar Miss
Chinese Pertama JAKARTA - Melda Wong, peserta asal Medan, Sumatera Utara,
akhirnya dinobatkan menjadi Miss Chinese Cosmos Pageant Indonesia yang pertama.
Pada babak grandfinal di Hailai International Executive Club, Ancol, Jumat
malam, gadis 20 tahun itu menyisihkan 14 finalis keturunan Tionghoa lainnya.
Sedangkan mahkota runner-up I disandang Yoda Nova dan Julita Afni sebagai
runner-up II.
Dengan gelar ini, Melda berhak mewakili Indonesia ke ajang
Miss Chinese di Beijing pada Oktober mendatang. "Saya bahagia sekali, sama
sekali tak menyangka," ujarnya seusai menerima mahkota.
Melda mengaku tak
pernah berniat mengikuti kontes ini sebelumnya. Tapi, berkat dorongan kedua
orang tuanya, Jeni dan Wong Jeng Loong, Melda mau mendaftar. "Saya daftar mepet
sekali. Dua hari sebelum pendaftaran tutup," lanjutnya.
Perempuan yang
terlahir dengan nama Huang Xu Min ini mengaku tak punya persiapan matang. Dia
hanya bermodalkan bahasa Mandarin yang juga menjadi bahasa pengantar sehari-hari
di rumah. "Kebetulan saya sejak kecil memang berbahasa Mandarin di lingkungan
keluarga. Jadi, memang sudah bisa tanpa belajar khusus," ujarnya.
Melda
yang juga runner-up I Indonesian Model Indosiar 2005 ini mengaku menguasai tiga
bahasa: Mandarin, Inggris, dan Indonesia yang memang menjadi persyaratan utama
untuk kontes ini. "Lomba ini memang sedikit berbeda. Sebab, kami harus menguasai
pengetahuan tentang Chinese culture. Meski saya dibesarkan di keluarga Tionghoa,
sudah banyak culture yang mulai luntur," lanjutnya.
Pengetahuan mengenai
kebudayaan China-Indonesia inilah yang akan dijadikan modal utama untuk berlaga
di Beijing. Kemarin Melda langsung terbang ke Beijing untuk memulai proses
karantina bersama 49 finalis dari seluruh dunia. "Saya akan berusaha sebaik
mungkin, walau tanpa persiapan sama sekali. Bertemu keluarga saja belum,"ujarnya
sambil tersenyum.
Sementara itu, ketua panitia pemilihan Miss Chinese
Cosmos Pageant Indonesia Contest, Isabell Koniawani, mengaku puas atas
penyelenggaraan ini. Kendati baru kali pertama digelar, lomba ini mendapat
respons cukup besar dari masyarakat. "Total pendaftar kemarin mencapai 80 orang
dari seluruh Indonesia," terangnya.
Isabell berharap para Miss Chinese
ini dapat membuka wawasan masyarakat tentang keberadaan etnis China di
Indonesia. Ini sekaligus mempromosikan akulturasi kebudayaan China-Indonesia di
ajang internasional. (nik)
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|