|
Fwd: Re: Fw: Han Hwie-Song: Siauw Giok Tjhan Institute.doc: msg#00328culture.region.china.budaya-tionghua
--- In Politik_Tionghoa-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "mayatperempuan" <mayatperempuan@xxxx> wrote: Dirgahayu dear bung Han Hwie Song yang baik, tulisan bung Han sungguh memercikan semangat saya dalam mengkaji masalah pendirian SGT INSTITUTE yang belakangan ini terdemoralisasi atas penjelasan beberapa kawan yang memandang dengan sangat rumit gagasan pendirian SGT Institute. sehingga perkenankan saya untuk menulis sekali lagi. kongkritisasi pendirian SGT Institute bukanlah hal yang mudah apabila kita hendak menerapkan standard-standard yang pernah disinggung oleh putra sulung SGT i.e. bung Siauw Tiong Tjhin. bung Tjhin sangat benar bahwa apalah gunanya sebuah lembaga yang mengusung kebesaran SGT apabila dijalankan dengan tidak benar. tetapi hal ini tidak dapat semerta-merta dijadikan alasan paling mendasar untuk mengubur gagasan pendirian SGT INSTITUTE. sebuah lembaga kajian ilmiah yang bersandar pada pemikiran dan mengusung nama besar SGT dengan orientasi perluasan jangkauan prinsip-prinsip yang pernah diletakan SGT untuk menjawab problematika kekinian adalah sebuah penghargaan tertinggi untuk seorang pemimpin spt SGT. berkutat pada pemberian hadiah 'award-award' atas nama SGT saja hanya mempersempit dan mengecilkan kontribusi seorang SGT. bagi saya, ini adalah sebuah penghinaan bagi kebesaran SGT. selain tentu saja, seremonial-seremonial dalam bentuk award-award seperti ini hanyalah sebuah upacara genit. sekalipun tentu saja, salah satu aktivitas SGT Institute dapat saja memberikan sejenis penghargaan kepada para pejuang dan aktivis yang memang pantas dihargai berlandaskan semangat dan prinsip-prinsip ajaran SGT sebagai kegiatan simbolik. saya memahami bahwa generasi di atas saya yang pernah bersentuhan langsung di bawah bimbingan SGT tidak memiliki waktu yang cukup panjang lagi. contohnya, bung Siauw Tiong Tjhin yang telah memasuki usia 60 thn. sekalipun semangat, ketajaman, kejernihan berpikir beliau masih tetap utuh. tetapi sampai berapa lama lagikah beliau masih akan memiliki waktu aktif?? dalam 10 thn ia akan memasuki usia 70 thn. seorang dengan usia 70 thn akan sangat immobile. kawan-kawan senior seangkatan bung Tjhin masih banyak. sekalipun dengan gradasi kesadaran dan pemahaman politik yang berbeda, disamping tentunya banyak yang telah terdistorsi dan ngaco tiada tara. dan sebagai generasi muda, saya dkk berkepentingan untuk menimba ilmu dari kawan-kawan senior ini. tetapi saya dkk butuh bantuan kawan-kawan senior yang masih dapat dipercaya itu. sehingga wadah seperti yang dikatakan bung Han sangat diperlukan saat ini. sebuah wadah yang dapat mempertemukan antara generasi senior dengan generasi muda dalam jalinan non-feodalis yang harmonis dengan mengutamakan dialektika perdebatan dan evaluasi kekeluargaan. bangsa ini telah kehilangan jati diri sebagai bangsa dengan landasan ideal hasil perjuangan para pendiri bangsa. dan penggalian kembali akan pemikiran-pemikiran SGT dapat menjadi satu alternatif untuk mengembalikan proses nation-building dan demokrasi yang sempat terdistorsi selama 40 thn belakangan ini. ayo bung Han, kita persiapkan hal ini dengan menciptakan pra-kondisi pendirian SGT Institute dengan membentuk team kecil untuk secara khusus mengkaji masalah ini dengan tajam dan menyeluruh. Mayat --- In Politik_Tionghoa-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "HKSIS" <SADAR@xxxx> wrote: > Siauw Giok Tjhan Institute > ----- Original Message ----- > From: Han Hwie Song > To: Chan C. T. ; k.prawira ; Nasional-list ; Tionghoa-net ; Jonathan Goeij > Sent: Friday, September 23, 2005 9:47 PM > Subject: Re: Han Hwie-Song: Siauw Giok Tjhan Institute.doc > > > Siauw Giok Tjhan Institute > > Beberapa minggu yang lalu saya membaca dengan entusias tulisan- tulisan sdr. Mayat dan kawan-kawannya dengan idenya untuk mendirikan Siauw Giok Tjhan Institute. Saya pribadi, setuju sekali untuk mendirikan Siauw Giok Tjhan Institute, kalau orang India ada Gandhi centre di Jakarta, mengapa kami tidak boleh mengadakan SGT institute. Memang Siauw Giok Tjhan seperti dalam artikel-artikel saya yang pernah dimuat dibeberapa mailing list, adalah salah satu pimpinan WNI keturunan Tionghoa yang paling besar pada jaman kemerdekaan Indonesia, kalau tidak mau menonjolkan untuk mengatakan paling besar. Dalam sejarah Indonesia hanya aku kenal dua ormas yang pengaruhnya sangat besar pada masyarakat Tionghoa: ialah Tiong Hoa Hwee Koan, pada jaman Hindia Belanda dan Baperki, sesudah Indonesia Merdeka. > > Sesudah Indonesia Merdeka belum ada ormas golongan WNI keturunan Tionghoa yang begitu besar dan mendapatkan dukungan yang besar dalam segala kelas masyarakat Tionghoa di Indonesia. > > *Jasa beliau yang jelas bagi keturunan Tionghoa terutama terletak dalam integrasi orang-orang Tionghoa dalam masyarakat Indonesia, ini berarti anjuran bagi dibentuknya satu masyarakat yang multikulturil. Ide ini dahulu belum ada atau masih jarang dibicarakan dinegara manapun, namun sekarang adalah suatu kenyataan di Negara-negara Barat baik di Eropa Barat maupun di Amerika Utara. Bukankah dalam hal ini saja Beliau patut mendapatkan pujian!? > > *Kedua ialah meningkatkan intelektualitas keturunan Tionghoa dengan membuka universitas-universitas Res Publica di beberapa kota- kota besar di Indonesia. Karena pada itu waktu mahasiswa-mahiswa Tionghoa hanya mendapatkan quota 2% untuk bisa masuk ke universitas negeri, apalagi kalau mau masuk fakultas Kedokteran. Meskipun mereka mempunyai kecakapan yang cukup baik. Sepanjang ingatanku itu waktu masih belum ada universitas swasta lainnya, dan kalau ada mereka tidak bisa menerima mahasiswa-mahasiswa keturunan Tionghoa yang begitu banyak jumblahnya. > > *Dan ketiga jasa Beliau yang paling besar sebagai politikus, bagi Negara dan Bangsa Indonesia adalah jasa-jasa Siauw yang dengan aktif ikut serta dalam perjoangan kemerdekaan Negara dan bangsa Indonesia. Tentu pekerjaan yang besar ini bukan dikerjakan oleh Beliau sendiri, namun dengan kerja sama erat dengan kawan-kawan seperjuangan baik dari golongan WNI keturunan maupun dengan orang-orang Indonesia (Pribumi). > > * Harus dipikirkan isi dari Siauw Giok Tjhan Institute, saya rasa sebagai permulaan umpanya sosial dan politik. Menulis artikel- artikel dan cerama-cerama untuk mengenalkan jasa jasa orang orang WNI ketrurunan Tionghoa tidak saja tentang Pak Siauw tetapi juga pemimpim-pemimpin seperti Dr. Tjoa Sik Ien, Liem Koen Hian, Yap Thiam Hien, Oei Eng Die, Tan Ling Djie, Phoa Keng Hek, Nyoo Cheong Sing etc.etc. > > *Bapak Siauw Giok Tjhan mendapatkan dukungan baik dari golongan yang dikatakan Baba (Peranakan), maupun Totok. Ini saya tahu dengan jelas, karena saya mempunyai hubungan yang baik dengan kedua golongan ini. Mendirikan SGT instiute bukan persoalan kecil, harus dikerjakan dengan sukses. Karenanya harus dikerjakan dengan teliti dan diusahakan mendapatkan dukungan yang solid, dari pemimpin golongan Tionghoa sebesar-besar mungkin, dan orang -orang yang bersih dan berkwalitas; jangan sampai gagal sangat disayangkan dan mengecewakan! > > Saya rasa pasti banyak keturunan Tionghoa yang mau menjadi sponsor angsalkan tujuannya jelas dan baik bagi negara dan bangsa Indonesia, karena banyak pemimpin-pemimpin WNI kerturunan Tionghoa berjoang demi kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia, tetapi tidak dikenal oleh rakyat Indonesia, bahkan juga oleh generasi mudah kita. Dalam hal pendirian institute SGT tidak perlu terburu nafsu, namun dikerjakan bersama kader-kader yang senior. Mengapa demikian? Karena kader senior mempunyai pengalaman meskipun mereka umumnya agak lambat maju kedepan, dan kader mudah lebih revolusioner ingin maju dengan cepat, tetapi pengalamannya masih kurang; dan kerja sama ini membuat keseimbangan antara kedua kader senior dan muda, yang senior didorong maju dan yang junior dianjurkan agar kemajuan jangan terlalu cepat, jangan sampai keblabasan; yang satu mempunyai pengalaman dan yang lain memunyai teori yang baru, bukankah kerja sama ini membawa kebaikan? > > Kita harus bisa mempersatukan semua kekuatan yang dapat dipersatukan untuk mendirikan SGT institute ini. Karenanya kita harus pragmatis dalam hal ini. > > Salam, > Han Hwie-Song --- End forwarded message --- ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Indonesian in crisis.: 00328, Tio In |
|---|---|
| Next by Date: | Re: rencana Kontes Miss Chinese di Indonesia: 00328, Erik |
| Previous by Thread: | Fw: Han Hwie-Song: Siauw Giok Tjhan Institute.doci: 00328, HKSIS |
| Next by Thread: | Indonesian in crisis.: 00328, Tio In |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |