|
----- Original Message
----- From: Han Hwie Song To: Chan C. T. ; k.prawira ; Nasional-list ;
Tionghoa-net ; Jonathan Goeij Sent: Friday, September 23, 2005 9:47
PM Subject: Re: Han Hwie-Song: Siauw Giok Tjhan
Institute.doc
Siauw Giok Tjhan
Institute
Beberapa minggu yang lalu saya membaca
dengan entusias tulisan-tulisan sdr. Mayat dan kawan-kawannya dengan idenya
untuk mendirikan Siauw Giok Tjhan Institute. Saya pribadi, setuju sekali untuk
mendirikan Siauw Giok Tjhan Institute, kalau orang India ada Gandhi centre di
Jakarta, mengapa kami tidak boleh mengadakan SGT institute. Memang Siauw Giok
Tjhan seperti dalam artikel-artikel saya yang pernah dimuat dibeberapa mailing
list, adalah salah satu pimpinan WNI keturunan Tionghoa yang paling besar pada
jaman kemerdekaan Indonesia, kalau tidak mau menonjolkan untuk mengatakan
paling besar. Dalam sejarah Indonesia hanya aku kenal dua ormas yang pengaruhnya
sangat besar pada masyarakat Tionghoa: ialah Tiong Hoa Hwee Koan, pada jaman
Hindia Belanda dan Baperki, sesudah Indonesia Merdeka.
Sesudah Indonesia Merdeka belum ada ormas
golongan WNI keturunan Tionghoa yang begitu besar dan mendapatkan dukungan yang
besar dalam segala kelas masyarakat Tionghoa di Indonesia.
*Jasa beliau yang jelas bagi keturunan
Tionghoa terutama terletak dalam integrasi orang-orang Tionghoa dalam masyarakat
Indonesia, ini berarti anjuran bagi dibentuknya satu masyarakat yang
multikulturil. Ide ini dahulu belum ada atau masih jarang dibicarakan
dinegara manapun, namun sekarang adalah suatu kenyataan di Negara-negara Barat
baik di Eropa Barat maupun di Amerika Utara. Bukankah dalam hal ini saja Beliau
patut mendapatkan pujian!?
*Kedua ialah meningkatkan intelektualitas
keturunan Tionghoa dengan membuka universitas-universitas Res Publica di
beberapa kota-kota besar di Indonesia. Karena pada itu waktu mahasiswa-mahiswa
Tionghoa hanya mendapatkan quota 2% untuk bisa masuk ke universitas negeri,
apalagi kalau mau masuk fakultas Kedokteran. Meskipun mereka mempunyai kecakapan
yang cukup baik. Sepanjang ingatanku itu waktu masih belum ada universitas
swasta lainnya, dan kalau ada mereka tidak bisa menerima
mahasiswa-mahasiswa keturunan Tionghoa yang begitu banyak jumblahnya.
*Dan ketiga jasa Beliau yang paling besar
sebagai politikus, bagi Negara dan Bangsa Indonesia adalah jasa-jasa Siauw yang
dengan aktif ikut serta dalam perjoangan kemerdekaan Negara dan bangsa
Indonesia. Tentu pekerjaan yang besar ini bukan dikerjakan oleh Beliau sendiri,
namun dengan kerja sama erat dengan kawan-kawan seperjuangan baik dari golongan
WNI keturunan maupun dengan orang-orang Indonesia (Pribumi).
* Harus dipikirkan isi dari Siauw Giok Tjhan
Institute, saya rasa sebagai permulaan umpanya sosial dan politik. Menulis
artikel-artikel dan cerama-cerama untuk mengenalkan jasa jasa orang orang WNI
ketrurunan Tionghoa tidak saja tentang Pak Siauw tetapi juga pemimpim-pemimpin
seperti Dr. Tjoa Sik Ien, Liem Koen Hian, Yap Thiam Hien, Oei Eng Die, Tan
Ling Djie, Phoa Keng Hek, Nyoo Cheong Sing etc.etc.
*Bapak Siauw Giok Tjhan mendapatkan dukungan
baik dari golongan yang dikatakan Baba (Peranakan), maupun Totok. Ini saya tahu
dengan jelas, karena saya mempunyai hubungan yang baik dengan kedua golongan
ini. Mendirikan SGT instiute bukan persoalan kecil, harus dikerjakan dengan
sukses. Karenanya harus dikerjakan dengan teliti dan diusahakan
mendapatkan dukungan yang solid, dari pemimpin golongan Tionghoa sebesar-besar
mungkin, dan orang -orang yang bersih dan berkwalitas; jangan sampai gagal
sangat disayangkan dan mengecewakan!
Saya rasa pasti banyak keturunan Tionghoa
yang mau menjadi sponsor angsalkan tujuannya jelas dan baik bagi negara dan
bangsa Indonesia, karena banyak pemimpin-pemimpin WNI kerturunan Tionghoa
berjoang demi kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia, tetapi
tidak dikenal oleh rakyat Indonesia, bahkan juga oleh generasi mudah kita. Dalam
hal pendirian institute SGT tidak perlu terburu nafsu, namun dikerjakan
bersama kader-kader yang senior. Mengapa demikian? Karena kader senior mempunyai
pengalaman meskipun mereka umumnya agak lambat maju kedepan, dan kader mudah
lebih revolusioner ingin maju dengan cepat, tetapi pengalamannya masih
kurang; dan kerja sama ini membuat keseimbangan antara kedua kader senior dan
muda, yang senior didorong maju dan yang junior dianjurkan agar kemajuan jangan
terlalu cepat, jangan sampai keblabasan; yang satu mempunyai pengalaman dan yang
lain memunyai teori yang baru, bukankah kerja sama ini membawa
kebaikan?
Kita harus bisa mempersatukan semua kekuatan
yang dapat dipersatukan untuk mendirikan SGT institute ini. Karenanya kita harus
pragmatis dalam hal ini.
Salam, Han
Hwie-Song
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|