logo       

Re: rencana Kontes Miss Chinese di Indonesia: msg#00320

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Re: rencana Kontes Miss Chinese di Indonesia

Dirgahayu

dear bung Erik yang baik,

terima kasih atas informasinya seputar kontes
Miss Chinese Cosmopolitan Pegeant. saya jadi tahu bahasa
mandarinnya. tetapi ada beberapa hal yang perlu
saya jelaskan dan klarifikasi atas tanggapan anda
untuk masalah "bisnis uang" dibalik penyelenggaraan
kontes kecantikan yang diusung oleh boss INTERNATIONAL
DAILY NEWS dan kelompok LIUS SUNGKARISMA.

klarifikasi awal untuk bung Erik:

saya tidak menyeret-nyeret para tokoh agama budha
pada tulisan saya sebelumnya spt asumsi anda. saya
menyebut LIUS SUNGKARISMA "SEBAGAI" PENDIRI PARTI
DAN TOKOH AGAMA BUDHA. ini bahasa tulisan. anda
yang wartawan seharusnya tidak terkecoh dan gelap
mata dalam membaca uraian saya itu.


RENCANA DI BAWAH MEJA KLIK LIUS SUNGKARISMA:

berita yang anda sebutkan adalah berita yang termuat
di KOMPAS (saya lupa tanggalnya). tetapi tulisan
yang saya buat berkaitan dengan masalah ini adalah
"rencana di bawah meja" yang tidak banyak diketahui oleh
publik yaitu gagasan MENYELENGGARAKAN KONTES INI DI
JAKARTA. tahapan-tahapan tersebut yaitu:

1. menghadirkan para kontestan yang saat ini bertanding
untuk tour di beberapa kota indonesia, memperlihatkan
kemolekan fisik, melihat-lihat kemiskinan beberapa
daerah indonesia sambil mempertontonkan 'sedikit'
kemamkmuran dan sesekali memperlihatkan dimensi
intelektual para perempuan tionghoa dari beberapa negara.


2. mengirimkan kontestan perempuan tionghoa indonesia untuk
mengikuti kontes yang diselenggarakan di luar indonesia.

lalu apabila tahap kedua ini berhasil maka rencana tahap ketiga
dapat dilakukan yaitu:

3. MENYELENGGARAKAN KONTES MISS CHINESE COSMO PEGEANT di
jakarta. rencana ini diusung oleh kedua pihak yang
saya sebutkan di atas.

saya harap penjelasan ini jelas untuk bung Erik yaitu
saya hendak mengajak kawan-kawan tionghoa untuk memikirkan
segala sesuatunya dari sekarang. agar apabila peristiwa
tersebut "tiba-tiba" datang, kita tidak kelabakan
meresponnya.

DAMPAK TERHADAP GOLONGAN TIONGHOA

bagi saya, masalah even-even yang menyangkut nama
tionghoa tidak bisa diserahkan oleh segelintir elite.
ini sama saja menyerahkan nasib seluruh golongan tionghoa
di atas pundak segelintir elite tionghoa. dan inilah yang
selama ini kita praktekan. saya hendak mengajak kawan-kawan
sekalian untuk memikirkan langkah antisipatif dan mendorong
proses partisipasi publik komunitas tionghoa untuk lebih
berperan.

saya tidak terlalu setuju dengan pendapat bung erik
yang cenderung secara politis mendukung apa yang sedang
dikerjakan oleh klik Lius Sungkarisma sebagai "kegiatan
pendidikan yang baik" itu karena ada seleksi menunggang
kuda. beruntung para nona manis itu tidak diharuskan
menjinakan kuda liar a la koboy barat ya bung Erika.

bagi saya, ikatan antara Tionghoa-Indonesia dan etnis
tionghoa di seluruh dunia adalah dalam hubungan kultur
dan biologis bukan dalam ikatan politik. dan di tengah-tengah
ketidak-jelasan antara persepsi kultur/etnisitas dan faktor
politisasi kebangsaan maka partisipasi gadis tionghoa di ajang
Miss Chinese Pegeant atau apalagi menjadikan Jakarta sebagai
tuan rumah even ini akan membuka provokasi keji untuk
golongan tionghoa dengan memperlebar jurang dan sekat
segregasi etnis tionghoa dalam perikehidupan kebangsaan
indonesia.

PROMOSI INDONESIA

tidak terlalu tepat omongan bung Erik yang berpendapat
bahwa ajang kontes kecantikan ini sebagai ajang promosi
Indonesia. saya rasa tidak ada hubungannya antara promosi
Indonesia dgn keikut-sertaan gadis tionghoa indonesia
di ajang aneh ini. pendapat spt ini selalu datang dari
kaum pedagang. tetapi dalam kasus anda yang wartawan
menjadi terdengar amat absurd.

ambil contoh kasus Artika Sari Dewi yang lalu. coba bung
erik katakan apa dampak "besar" dari keikut-sertaan Artika
itu bagi promosi Indonesia sekarang?? adakah? seharusnya ajang
kontes MISS UNIVERSE jauh lebih besar dari sekedar
kontes MISS CHINESE COSMO PEGEON.

KELOMPOK EKSTREM

saya tidak begitu jelas dengan apa yang anda maksud dengan
"kelompok ekstrim di negeri ini". siapa mereka bung Erik??
apakah ibu-ibu muslim yang beraliansi menolak keikut-sertaan
Artika itu anda masukan sebagai "kelompok ekstrem"?

saya sempat berbincang-bincang dgn Marissa Haque di F-PDIP.
ia menolak keikut-sertaan dan ajang-ajang kontes kecantikan
spt ini. setahu saya, seorang Marissa Haque yang gemulai itu
tidak menunjukkan ciri-ciri seorang "ekstrim" tetapi beropini
bahwa ajang-ajang kontes kecantikan ini tidak terlalu
berfaedah.

ataukah seorang Yuniwati Sofyan dari Komite Indonesia
untuk Pemberantasan Pornografi dan Pornoaksi yang mengatakan
bahwa " kontes kecantikan hanyalah ladang bisnis yang
mengeksploitasi kaum perempuan. perempuan hanya dijadikan
komoditas. sehingga kontes kecantikan semacam ini tidak
lain merupakan ajang merendahkan kaum perempuan".


Mayat

--- In budaya_tionghua-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx, "Erik"
<rsn_cc@xxxx> wrote:
> Xuantong Xiong:
> Kabar berita dan pendapat ttg pemilihan Miss Chinese oleh sdr.
> Kenken (Mayat) pernah saya tanggapi di milis Tionghoa Muda. Tapi
> rupanya dia juga mempostingnya di Budaya Tionghoa dan ditanggpi
> positif (disetujui) oleh anda. Untuk meluruskan duduk persoalan
agar
> tidak terjadi salah paham, di bawah ini saya ingin
menginformasikan
> sesuatu tentang penyelenggaaraan pemilihan Miss Chinese termaksud.
> Even yang dimaksud Kenken bahasa Inggrisnya adalah "Miss Chinese
> Cosmo Pegean".
> Acara itu tidak dan bukan diprakarsai oleh boss harian
INTERNATIONAL
> DAILY NEWS dan kelompok LIUS SUNGKARISMA serta tokoh agama Buddha
> Indonesia, sebagaimana disinyalir Kenken. Mereka itu hanya orang
> yang dipercayai dan ditunjuk (kebetulan mereka yang dikenal)
sebagai
> koordinator wilayah Indonesia untuk acara serupa yang Panitia
> Induknya berpusat di Hongkong yang disponsori a.l oleh PHOENIX
> Television. Acara itu hanyalah bagian dari penyeleksian yang
> diselenggarakan serempak di negara/wilayah seluruh dunia yang ada
> bangsa atau keturunan Tionghoanya, dan pemenangnya akan mewakili
> negara/wilayahnya untuk tampil dalam final yang kali ini akan
> digelar di Beijing. Tahun ini adalah yang yang ketiga kalinya
> diselenggarakan, hanya saja untuk yang pertama dan yang kedua
tidak
> ada gadis Tionghoa dari Indonesia yang diikut-sertakan. Yang saya
> ingat Miss Chinese Cosmo Pegen yang lalu adalah Ms. Li Shiqi
seorang
> gadis Tionghoa dari Malaysia. Dalam acara grand final tahun lalu
di
> Hongkong dia tampil memukau seluruh hadirin dengan memperkenalkan
> bahasa dan budaya Malaysia dengan mempromosikan negara dan
bangsanya
> yang ia katakan adalah negara dan bangsa yang menjunjung tinggi
> nilai Multiethnic dan Multicultural.
> Saya sempat menyaksikan rangkaian acara penyeleksian yang di
> Malaysia dan rekaman acara serupa dari negara/wilayah lain.
> Seleksinya ketat dan berat buanget Bung! Tidak hanya 3 B doang
> seperti kata Kenken, peserta juga diuji keberanian menantang
> keganasan alam!! Pernah terbayang kalau seorang peserta pemilihan
> Miss dituntut ketrampilan berkuda?? Bukan cuma itu, di samping
> pengetahuan umum dan bahasa Mandarin yang diuji secara terbuka,
> secara diam-diam (melalui turur bahasa dan tingkah-laku sehari-
hari)
> panitia juga mengamati dan menilai calon dari segi kemampuan
bekerja-
> sama dalam kelompok serta semangat solidaritas sesama kawan, rasa
> empati dan simpati kepada yang lemah, dan juga reaksi mereka
ketika
> dihadapkan dengan kaum lemah seperti fakir miskin serta orang-
orang
> cacat jasmani/rohani yang kelihatan jorok dan jijik. Jadi, yang
> diuji bukan semata penampilan fisik, tetapi benar-benar menyeluruh
> secara rohani dan jasmani (jasmani di sini bukan cuma kemolekan
> tubuh, tetapi juga ketahanan fisik)!!
> Saya kira, adalah kebanggaan bagi gadis Tionghoa Indonesia bisa
> tampil dalam acara yang sangat istimewa ini. Apalagi kalau
> bisa masuk grand final, sekalian bisa mempromosikan Indonesia dalam
> ajang yang sangat bergengsi itu!! Semua itu adalah fakta nyata,
> bukan apologetic! Sama sekali tidak terkesan adanya eksploitasi
> terhadap kaum perempuan seperti anda katakan!!
> Namun demikian, saya setuju dengan Kenken dalam hal mengantisipasi
> reaksi kelompok ekstrim yang mungkin terjadi di negeri ini.
> Bagaimana mengatasi dilema ini?? Mungkin rekan lain punya pendapat
> dan saran?
>
> Salam,
>
> Erik
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise