logo       

RE: Hilangkan Diskriminasi Legal Etnis Tionghoa: msg#00318

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: RE: Hilangkan Diskriminasi Legal Etnis Tionghoa


"Jakarta, Kompas - Segala bentuk diskriminasi terhadap suku bangsa
(etnik) Tionghoa atau China Indonesia harus dihilangkan. Penghapusan
diskriminasi legal itu sedikit banyak akan membantu penghilangan
diskriminasi secara sosial."

UL: dibahas enggak diskriminasi legal itu misalnya undang yang mana aja( yang
masih berlaku tentunya) ? Gue masih penasaran mbuanget nih.

"Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia Prof Dr Parsudi Suparlan
mengemukakan itu dalam Seminar Nasional ”Posisi Suku Bangsa
Tionghoa dalam Masyarakat Majemuk Indonesia” di Jakarta, Sabtu
(17/9)."

UL: oh, jadi kesimpulannya posisi tionghua sekarang ada dimana? at least
menjawab status, diakui, disamakan, atau masih terakreditasi nih? Heheheheh.

"Parsudi Suparlan memilih menggunakan istilah suku bangsa ”China
Indonesia” ketimbang suku bangsa Tionghoa. Istilah Tionghoa lebih
berasosiasi dengan negara asal suku bangsa ini sehingga dianggap
”orang luar”. Istilah China Indonesia menimbulkan kesan suku
bangsa ini seperti suku bangsa lain di Indonesia."

UL: enggak terbalik ya? Selama negeri tiongkok sama masih dikenal sebagai
Republic of China kayaknya mendingan pake istilah tionghua deh, dengan alasan
persis sama seperti yang dikemukakan di atas, cumin terbalik gitu lhoh.

"Namun, penggunaan istilah ini kami serahkan kepada Bapak-bapak dan
Ibu-ibu sekalian, ujar Parsudi."

UL: Yah suka-suka yang pake deh, mau yang mana pun asal pe de waktu
menyebutkannya tidak masalah.

"Penggunaan istilah China tersebut sempat diprotes seorang peserta
karena sudah lama tidak dipakai. Kenyataannya di masyarakat, istilah
China dengan dialek masing-masing tetap dipakai."

UL: masyarakat yang mana?

"Parsudi mengemukakan, hingga kini diskriminasi, baik legal maupun
sosial, masih dialami suku bangsa China Indonesia. Diskriminasi
muncul karena posisi orang China Indonesia sebagai minoritas di
Indonesia."

UL: Ya pasti lah, kalau dia bilang diskriminasi udah ngga ada lagi, seminarnya
bubar donk, hihihihi...........

"Keminoritasan itu muncul karena orang China Indonesia dianggap orang
luar”. Muncul perbedaan jelas antara kami (pribumi) dan mereka
(orang luar). Perbedaan tersebut muncul berdasarkan stereotip dan
prasangka."

UL: Lagu lama. Lebih asyik bahasan yang menggunakan "istilah" untuk senjata
politik.

"Menurut dia, di masa Orde Baru orang China Indonesia harus ganti
nama. adahal, mereka sangat menghormati leluhur. Agama Konghucu
dilarang. Walaupun sekarang diperbolehkan, petunjuk operasionalnya
belum ada, ujarnya."

UL: Yah... jual nama ORBA lagi...

"Soetrisno Bachir mengemukakan, sejak era reformasi yang dimotori
Amien Rais, suku bangsa Tionghoa memperoleh kebebasan berpolitik."

UL: Maaf, dimotori Amin Rais? Menurut gue kebebasan berpolitik Tionghua baru
ada oleh karena Gus Dur. Numpang Tanya, peranan Amin Rais dimana ya?

"PAN sendiri telah berkomitmen mengembangkan kewirausahaan di partainya
dengan menggandeng orang-orang Tionghoa yang memiliki kultur
kewirausahaan."

UL: ah wirausaha dengan menggandeng Tionghua mah dari jaman ORBA juga sudah.

"Kami bentuk Badan Ekonomi dan Usaha yang dimotori oleh Pak Eddie
Kusuma (Ketua Panitia Seminar Red). Ini merupakan solusi strategis
dan cepat untuk mengatasi masalah ekonomi bangsa, ujarnya".

UL: Numpang Tanya, Pak Eddie kesuma usahanya apa ya?

"Soetrisno berjanji, Fraksi PAN di DPR akan memperjuangkan berbagai
undang-undang (UU) yang menghapuskan diskriminasi terhadap orang
Tionghoa. UU dimaksud adalah UU Catatan Sipil, UU Kewarganegaraan,
dan UU Antidiskriminasi."

UL: Asyiiiik. Patut dicatat. Fraksi PAN yang di DPR siapa aja namanya?



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/







<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise