logo       

Hilangkan Diskriminasi Legal Etnis Tionghoa: msg#00316

culture.region.china.budaya-tionghua

Subject: Hilangkan Diskriminasi Legal Etnis Tionghoa

Senin, 19 September 2005

Hilangkan Diskriminasi Legal Etnis Tionghoa
Fraksi PAN di DPR Berjanji Akan Memperjuangkan

Jakarta, Kompas - Segala bentuk diskriminasi terhadap suku bangsa
(etnik) Tionghoa atau China Indonesia harus dihilangkan. Penghapusan
diskriminasi legal itu sedikit banyak akan membantu penghilangan
diskriminasi secara sosial.

Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia Prof Dr Parsudi Suparlan
mengemukakan itu dalam Seminar Nasional â??Posisi Suku Bangsa
Tionghoa dalam Masyarakat Majemuk Indonesiaâ?? di Jakarta, Sabtu
(17/9).

Dalam acara yang diadakan Forum Demokrasi Kebangsaan (Fordeka) itu
tampil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir, Ketua Umum
Partai Perhimpunan Indonesia Baru Sjahrir, dan pengamat politik
Tionghoa, Leo Suryadinata.

Parsudi Suparlan memilih menggunakan istilah suku bangsa â??China
Indonesiaâ?? ketimbang suku bangsa Tionghoa. Istilah Tionghoa lebih
berasosiasi dengan negara asal suku bangsa ini sehingga dianggap
â??orang luarâ??. Istilah China Indonesia menimbulkan kesan suku
bangsa ini seperti suku bangsa lain di Indonesia.

Namun, penggunaan istilah ini kami serahkan kepada Bapak-bapak dan
Ibu-ibu sekalian, ujar Parsudi.

Penggunaan istilah China tersebut sempat diprotes seorang peserta
karena sudah lama tidak dipakai. Kenyataannya di masyarakat, istilah
China dengan dialek masing-masing tetap dipakai.

Parsudi mengemukakan, hingga kini diskriminasi, baik legal maupun
sosial, masih dialami suku bangsa China Indonesia. Diskriminasi
muncul karena posisi orang China Indonesia sebagai minoritas di
Indonesia.

Keminoritasan itu muncul karena orang China Indonesia dianggap orang
luarâ??. Muncul perbedaan jelas antara kami (pribumi) dan mereka
(orang luar). Perbedaan tersebut muncul berdasarkan stereotip dan
prasangka.

Menurut dia, di masa Orde Baru orang China Indonesia harus ganti
nama. adahal, mereka sangat menghormati leluhur. Agama Konghucu
dilarang. Walaupun sekarang diperbolehkan, petunjuk operasionalnya
belum ada, ujarnya.

Soetrisno Bachir mengemukakan, sejak era reformasi yang dimotori
Amien Rais, suku bangsa Tionghoa memperoleh kebebasan berpolitik. PAN
sendiri telah berkomitmen mengembangkan kewirausahaan di partainya
dengan menggandeng orang-orang Tionghoa yang memiliki kultur
kewirausahaan.

Kami bentuk Badan Ekonomi dan Usaha yang dimotori oleh Pak Eddie
Kusuma (Ketua Panitia Seminar Red). Ini merupakan solusi strategis
dan cepat untuk mengatasi masalah ekonomi bangsa, ujarnya.

Soetrisno berjanji, Fraksi PAN di DPR akan memperjuangkan berbagai
undang-undang (UU) yang menghapuskan diskriminasi terhadap orang
Tionghoa. UU dimaksud adalah UU Catatan Sipil, UU Kewarganegaraan,
dan UU Antidiskriminasi. (BUR/ONG)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0509/19/Politikhukum/2063095.htm






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

.: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :.

.: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :.

.: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :.

.: Jaringan pertemanan Friendster :
budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/







<Prev in Thread] Current Thread [Next in Thread>
Google Custom Search

News | FAQ | advertise