|
|
Re: Sarana pelicin (Re: Resep Kue Bulan): msg#00162
culture.region.china.budaya-tionghua
|
Subject: |
Re: Sarana pelicin (Re: Resep Kue Bulan) |
Krikil menulis:
Kalau saya lihat-lihat resep Rinto-heng, maka saya ambil kesimpulan
bahwa itu 'kue basah'. Sedangkan yang umumnya kita dapati di INA
(dulu, entah sekarang) adalah tiongciupia kue kering, terbuat dari
tepung terigu dicampur kuning telor, tipikal bahwa tepung kue yang
berlapis-lapis itu suka 'merotoli/rontok' kalau sedang dimakan, diatas
kue tampak tulisan aksara Cina dalam huruf merah.
Nah, hari ini saya baca artikel di koran Jerman (FAZ) yang berjudul
'Mondkuchenbestechung' - sogokan melalui kue bulan. Ternyata di Cina
(daratan) sudah umum menyogok dengan cara memasukkan barang-barang
pelicin seperti digital camera, handphone, emas, perak dll di dalam
dus hadiah kue bulan. Malah menurut sebuah koran Cina, di Yunnan ada
yang memasukkan barang seharga 30 000 Euro ke dalam dus.
Bagaimana kebiasaan buruk ini pada masa Tiongciu di INA atau Taiwan
(Rinto-heng)?
Rinto Jiang:
Ini saya bongkar dari arsip tahun lalu. Seingat saya pertanyaan
Bill-heng ini tidak pernah saya jawab, mungkin kelewatan.
Tradisi mengirimkan hadiah berupa kue bulan, penganan sejenis, jeruk
kepruk dan lain sebagainya dekat2 Festival Musim Gugur ini memang sudah
berlangsung lama, sudah ribuan tahun. Ini dikarenakan memberikan hadiah
adalah semacam tata krama. Namun, fenomena yang disinggung Bill-heng di
atas hanya berlaku di kalangan pejabat, sebenarnya dapat dilakukan
kapan saja tanpa harus menunggu momentum festival ini.
Kebiasaan buruk seperti ini juga ada di HK dan Taiwan. Namun sejak
tahun 1970-an di HK sejak diadakan pemberantasan korupsi, praktis tidak
ada lagi kebiasaan ini (kebiasaan memberikan hadiah kepada instansi
pemerintahan).
Di Taiwan mulai tahun 1990-an sejak ada Kantor Etika di setiap instansi
pemerintahan, tradisi memberikan hadiah kepada instansi pemerintahan
baik diberikan kepada pribadi ataupun keseluruhan instansi adalah tidak
diperbolehkan.
Namun tentunya cuma berlaku di kalangan instansi pemerintahan. Kalangan
swasta, pribadi tentu saja tidak mungkin dibatasi pelaksanaan tata
krama ini. Kebiasaan memberikan hadiah juga ada di perusahaan di Taiwan
dan HK, seperti pemberian angpao (lekim) kepada karyawan sebagai bonus.
Rinto Jiang
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
|
|