|
Re: Laporan Diskusi Bulanan NIM: Mitos Ceng Ho: msg#00146culture.region.china.budaya-tionghua
sdr.NIM , berikut dibawah ini adalah komentar saya. > > Demikian pula dengan masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia. Dari > dulu, saya sudah mengatakan bahwa tradisi menghormati leluhur tidak > boleh dilupakan hanya karena agama melarangnya. Kita beragama tapi > bukan berarti budaya sendiri harus dilepaskan karena jika itu terjadi, > akan terjadi konflik dalam diri yang menyebar ke luar. > saya setuju bahwa esensi agama itu yang dipentingkan , bukan benturan budayanya. > Konspirasi mengadu domba untuk menciptakan konflik di Indonesia, > seperti dugaan Ibu Tati dan Pak Abdul Hadi, memang sudah terjadi. > History will repeat itself kata Karl Marx. Sekarang ini terjadi > euforia Cheng Ho. Cheng Ho datang ke kepulauan Nusantara dengan > membawa 23,000,- orang dengan ribuan kapal di mana satu kapal besarnya > 5 kali besarnya kapal Marcopolo. Padahal di ibukota Majapahit waktu > itu, menurut Dannys Lombard, hanya bermukim 700 kk. Jadi untuk apa > Cheng Ho datang dengan ribuan orang dan kapal? Untuk urusan dagang dan > perdamaian, atau untuk mengancam ? Demikian pula taktik Raden Patah, > menurut buku Slamet Mulyana, ketika menyerang ibukota Majapahit. > Dikepung dulu, baru dipaksa menyerah. > sepanjang yang saya tahu , Zheng He hanya membawa sekitar 200 kapal dan itu termasuk 60an kapal besar atau yang disebut Bao Chuan. Mungkin yang dimaksud adalah kapal Colombus atau Vasco Da Gama. Jumlah awak kapal itu sekitar 27.000 orang termasuk para pelaut , tabib , pedagang dan para ahli pertukangan. Anggap saja semua personil digunakan untuk mengancam , tapi apakah itu ancaman bagi seluruh daerah yang didatangi ? Bukti yang tersisa dari cerita-cerita rakyat , tidak ada itu tindakan mengancam. Cerita-cerita rakyat mengenai Zheng He bahkan sampai ke Zanzibar dan isinya bukan kepedihan seperti yang dialami oleh rakyat Indian. Jika menjadi sistem pemberian upeti karena dinasti Ming pada masa itu adalah negara yang kuat , itu adalah hal yang lumrah. Dan tidak pernah ada cerita bahwa Zheng He mengancam atau menghancurkan kerajaan yang tidak mau memberikan upeti. Selain menerima upeti , Zheng He juga memberikan hadiah kepada kerajaan-kerajaan yang didatangi. Salah satu yang tersisa adalah Genta Cakra Lordaya untuk kerajaan Samudra Pasai (CMIIW) di Aceh. Saya coba kutipkan tulisan Damais serta catatan sejarah Tang Xin Tang Shu mengenai sistem pemerintahan serta jumlah pejabat dalam sistem pemerintahan Sanjaya. Hasil penelitian Damais mengenai tahun pemerintahan Sanjaya akan kita dapatkan sedikitnya 2 golongan pegawai negara dan itu juga yang tercatat dalam Xin Tang Shu. Dalam catatan sejarah Song , disebut bahwa sistem pemerintahan itu sebagai berikut : 1.3 putra raja sebagai raja muda 2.Sekitar 300 pegawai sipil yang dibantu oleh sekitar 1000 pegawai rendahan. Dengan menilik ini , apakah ibukota kerajaan Majapahit yang sempat menguasai kepulauan Nusantara ini hanya memiliki 700 KK ? Kemana para pejabat sipil dan militer ? Atau itu yang mereka tinggal dalam lingkup ruang istana kerajaan ? Atau total jumlah penduduk yang tinggal disekitar ibukota Majapahit ? > Cheng Ho datang ke kepulauan Nusantara melalui Palembang, yang waktu > itu dikuasai oleh Bajak Laut, akibat lemahnya Kerajaan Majapahit. Dia > menangkap seorang bajak lauk keturunan Hokkian dan dibawa ke daratan > China untuk dipancung mati. Dia datang ke kepulauan Nusantara > sebenarnya untuk menagih pajak pada orang-orang keturunan China yang > kabur dari daratan China 6-7 abad sebelumnya. > Hal ini sudah dijelaskan oleh sdr.Rinto. > Sejak Abad ke-8, banyak orang-orang tionghoa melarikan diri ke > negara-negara di selatan daratan China karena kemiskinan atau kalah > dalam politik dan kekuasaan. Ekspedisi Cheng Ho dikirim untuk > 'menagih' pajak/upeti pada orang-orang pelarian ini. > sebenarnya orang Tionghoa yang melarikan ke negara-negara di selatan sudah dilakuan sejak jaman pra masehi. Mari kita berpikir logis dahulu , seandainya Zheng He memang menagih pajak pada orang pelarian itu , apakah sudah ada sensus yang dilakukan serta adanya data-data kongkrit mengenai orang-orang yang hendak ditagih pajaknya ? Jika ibukota Majapahit saja ada 700 KK , mari kita asumsikan jumlahnya 7000 orang. Anggap ada 700 orang pelarian dari Tiongkok, apakah hasil pajak yang ditagih itu sesuai dengan biaya untuk menagih pajak ? > Dulu Soekarno sangat mendukung politik China sejak kunjungan beliau ke > China. Ada buku yang menulis bahwa Zhao En Lai waktu itu mengajak > Soekarno mengunjungi Musium di Beijing dan mempersilakan Soekarno > mengambil benda-benda seni untuk dibawa pulang. Pada malam harinya, > Soekarno disuguhi wanita-wanita cantik. Begitulah cara/taktik Zhao En > Lai untuk 'membeli' Soekarno. "Kenali musuhmu" begitulah kata Sun Tzu, > ahli perang dari China jaman dulu. > mengenai hal ini , rasanya saya perlu tahu judul buku apa itu ? Mungkin perlu kita pahami bahwa Soekarno itu anti imperialisme dan mungkin sejak kejadian PRRI PERMESTA dan banyak kasus lainnya membuatnya menambah jarak dengan pihak barat. > Tahun 1970-an, Hembing pergi ke China dan mendapatkan 'red carpet > service' dari pemerintah China. Pertanyaannya, siapa kah Hembing > sehingga waktu itu bisa mendapatkan 'red carpet service' sedangkan > jaman itu untuk masuk ke daratan China, sangat sukar mendapatkan ijin. > Pulang dari China, Hembing memeluk Islam. Padahal agama Islam, seperti > agama-agama lain di China, sangat ditekan secara sosial dan politik. > Kok bisa begitu ? > Sepanjang yang saya tahu , prof.Hembing (jika ini yang anda maksud) belajar accupuncture di Korea. Pada masa itu rasanya PRC baru selesai dari konflik internal atau yang kita kenal Revolusi Kebudayaan dan belum terbuka secara penuh. Mayoritas yang mempelajari accupuncture keluar negri pada masa itu akan belajar ke Taiwan atau Korea serta Jepang. Misalnya prof.dr.Cahler yang belajar accupuncture kepada prof.Wu HuiPing. > Jadi ketika euforia Cheng Ho sekarang terjadi, apalagi perayaan > kedatangan Cheng Ho itu dibiayai oleh pemerintah China dan dibalut > dengan sentimen bahwa Cheng Ho juga membawa misi Islam ke pulau jawa, > haruslah kita waspadai. Bagaimana sebuah Pemerintahan yang melarang > warga negaranya sendiri untuk beragama dan beribadah, bisa membiayai > suatu perayaan yang dibalut warna agama di negara lain. Ada konspirasi > kah di balik semua ini ? > mungkin ada suatu propaganda disini. Dalam pandangan saya bukan suatu bentuk konspirasi. Propaganda bahwa 600 tahun yang lalu bangsa Tiongkok sudah sanggup melakukan pelayaran yang luar biasa dan tidak membawa penderitaan bagi bangsa yang didatangi seperti yang dilakukan Vasco Da Gama , Colombus , Cortes dan lain-lain. Faktanya memang pelayaran Zheng He itu termasuk luar biasa dan patut dikenang sama seperti rakyat Amerika merayakan 500 tahun kedatangan Columbus tapi disertai protes oleh orang Indian. hormat saya , Xuan Tong ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> .: Forum Diskusi Budaya Tionghua dan Sejarah Tiongkok :. .: Kunjungi website global : http://www.budaya-tionghoa.org :. .: Untuk bergabung : http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua :. .: Jaringan pertemanan Friendster : budaya_tionghua-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx :. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: budaya_tionghua-unsubscribe-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ |
|
| <Prev in Thread] | Current Thread | [Next in Thread> |
|---|---|---|
| Previous by Date: | Gadis Tionghua pertama di Majalah Playboy!: 00146, mangucup88 |
|---|---|
| Next by Date: | Fw: [Politik_Tionghoa] Re: Mengapa harus mengharamkah istilah Pribumi dan Non Pribumi?: 00146, BISAI |
| Previous by Thread: | Re: Laporan Diskusi Bulanan NIM: Mitos Ceng Hoi: 00146, Rinto Jiang |
| Next by Thread: | Re: Laporan Diskusi Bulanan NIM: Mitos Ceng Ho: 00146, joeboedi |
| Indexes: | [Date] [Thread] [Top] [All Lists] |
| News | FAQ | advertise |